Jumat, 10 Juli 20

Cium Tangan, Gatot Minta Restu ke SBY?

Cium Tangan, Gatot Minta Restu ke SBY?
* Momen Gatot Nurmantyo mencium tangan SBY.

Jakarta, Obsessionnews.com – Momen cium tangan yang dilakukan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dinilai sebagai cara Gatot menghormati senior sebagai sesama alumni TNI, sekaligus sebagai simbol doa restu.

Hal itu disampaikan Sekretaris Badan Pelatihan dan Pendidikan DPP PDIP Eva Kusuma Sundari. Menurutnya, Gatot memang sudah diketahui mempunyai misi politik untuk bisa diusung sebagai capres oleh partai politik setelah pensiun dari TNI. Karenanya momen cium tangan itu dinilai sebagai bagian cara Gatot meminta doa restu.

“Sebenarnya tidak ada yang aneh, karena Pak Gatot hormat sama yang lebih tua. Seperti kami juga sering melakukan itu kepada Ibu Megawati Soekarnoputri. Tapi karena Gatot mau nyapres, sungkeman itu bisa diartikan tambahan (minta doa restu), ” ujar Eva saat dihubungi, Senin (4/6/2018).

Apalagi keduanya kata dia sama-sama orang Jawa. Dalam tradisi Jawa, cium tangan disebut sebagai simbol doa restu untuk mendapat tiket da dari SBY sebagai pemilik Partai Demokrat. “Sungkem bisa jadi bagian dari perjuangan beliau pakai cara Jawa minta restu, dukungan dan pangestu. Hormat sekaligus permintaan,” ujar Eva.

Diberitakan sebelumnya, Gatot mencium tangan SBY saat acara buka puasa bersama di kediaman pengusaha Chairul Tanjung, di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (2/6) kemarin. Gatot Nurmantyo menunduk dan memegang tangan SBY.

Gatot sendiri menuturkan alasan ia mencium tangan Presiden ke-6 RI itu lantaran dirinya menganggap SBY seperti orang tuanya sendiri. Tak hanya itu, ia pun mengungkapkan latar belakangnya sebagai prajurit hingga masa baktinya selesai.

“Saya ini prajurit, lahir dari keluarga prajurit, dan kini, saya pensiun setelah melengkapi bakti saya pada negara. Orang yang saya cium tangannya ini sudah seperti orang tua saya, Pak @SBYudhoyono memimpin bangsa ini 10 tahun sebagai Presiden,” tulis Gatot pada Twitter-nya, @Nurmantyo_Gatot, yang dilihat Senin (4/6/2018). (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.