Selasa, 26 Mei 20

Ciri Orang yang Rajin Baca Al Quran Tapi Tidak Diridhoi Allah

Ciri Orang yang Rajin Baca Al Quran Tapi Tidak Diridhoi Allah
* Ilustrasi baca Al Quran. (Foto: Alif)

Jakarta, Obsessionnews.com – Membaca dan memahami Al-Quran adalah kebaikan. Tapi menurut ustadz Adi Hidayat tidak semua orang yang baca dan hafal Al-Quran mendapat ridho dari Allah Swt. Tidak ada kebaikan yang mengalir dalam dirinya.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, keberhasilan orang membaca, menghafal, dan memahami Al-Quran adalah adab. Semakin adab dan prilakunya baik, maka tandanya kebaikan Al-Quran mengalir dalam dirinya.

Dalam Surat Fatir Ayat 32 sudah Ustadz Adi menjelaskan bahwa Allah mewariskan Al Quran kepada orang-orang yang dipilih. Ini artinya kata dia, ridho Allah tidak semua mengalir kepada orang yang baca Al Quran.

“Ada yang rajin baca satu hari satu jus, satu hari satu surat. Ada yang rajin menelaah, tiap hari buka tafsir ini itu, dan rajin menghafalkan. Tapi Masya Allah apakah semua orang itu dianggap benar ketika berinteraksi dengan allah. Tidak!” ujar ustadz Adi dalam akun instagram
@kajianustadzadihidayat.lc.ma, Kamis (23/1/2020).

Menurut Ustadz Adi, ada orang yang senang baca Al Quran masih berprilaku dholim. “Dia rajin baca Al-Quran tapi tidak mampu menempatkan ayat Al-Quran tapi bukan pada tempatnya. Dholim itu menemoatkan sesutau buka pada tempatnya,” jelasnya.

“Ini penghapus, digunakan untuk menghapus papan tulis misalnya, tapi dipakai untuk melempar. Gelas fungsinya menampung air untuk minum, gayung fungsinya menampung air untuk mandi. Kalau ada orang minum pakai gayung, mandi pakai gelas itu dholim namanya,” tambahnya.

“Ada orang sering ngaji baca qul huwallahu aḥad. Katanlah bahwa Dialah Allah yang Maha Esa. Hafal ayatnya tahu makanya tapi masih mengatakan semua agama sama itu dholim namanya,” jelas ustadz Adi.

Sebab itu, ustazd Adi menyatakan bahwa orang yang hafal dan sering baca Al Quran tidak menjamin dirinya mendapat Ridho Allah. Karena dalam kehidupan sehari-hari banyak orang yang rajin ibadah, tapi tidak dibarengi dengan prilaku atau adab yang baik.

“Jadi ciri orang yang berhasil dengan Al Qurannya kata Allah adalah adab,” tandasnya.

“Jadi jangan bangga kalau ada anak anda hafal Al Quran 30 jus tapi tidak merubah prilakunya. Berarti ada yang salah dalam hafalannya,” tambahnya.

Menurut ustadz Adi orang yang sudah dekat dengan Al Quran hatinya maka pasti dia akan berperilaku baik. Karena isinya semuanya kebaikan. Maka secara otomatis dorongan kebaikan setiap harinya selalu muncul. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.