Rabu, 3 Juni 20

Chusnul Mariah: Indonesia Praktikkan Sistem Ekonomi Liberal

Chusnul Mariah: Indonesia Praktikkan Sistem Ekonomi Liberal
* Chusnul Mariah berbicara dalam acara diskusi publik Parmusi. (Foto: Pessy/ON)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pakar Politik Universitas Indonesia, Chusnul Mariah menyindir pemerintah yang dinilai mempraktikkan sistem ekonomi liberal. Padahal Indonesia sendiri merupakan negara yang berdasarkan Pancasila.

“Kita itu bukan negara liberal tapi dalam praktiknya melebihi negara liberal,” kata Chusnul saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dengan tema “Membangun Politik Peradaban Melalui Gerakan Dakwah Desa Madani Parmusi untuk Indonesia di Jakarta, Sabtu (21/12/2019).

Diskudi ini diadakan dalam rangkaian Mukerna ke-V Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) yang diselenggarakan sejak 20-22 Desember 2019. Pembicara lain yang hadir dalam acara itu, yakni rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII),  Komaruddin Hidayat.

Chusnul menyebut Indonesia mempraktikkan sistem ekonomi liberal karena membuka ruang bagi praktik monopoli. Contohnya dalam pemberian ijin mendirikan pasar ritel di berbagai daerah.

“Kecuali saya melihat di Sumatera Barat. Gubernurnya mengeluarkan peraturan yang melarang mendirikan Indomaret, Alfamart, dan mart-mart lainnya,” ungkapnya.

Padahal Amerika dan beberapa negara Eropa sendiri yang notabene merupakan negara liberal, tapi membuat syarat ketat untuk ijin mendirikan pasar ritel.

“Misalnya letak berapa jauh dari masyarakat, aksesnya bagaimana. Itu penting sehingga orang tidak bisa sembarangan mendirikan Indomaret, Alfamart, dan sejenisnya,” tutur dia.

Parmusi menggelar Mukernas) ke-V di Hotel Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan pada 20-22 Desember 2019. Mukernas ini turut dihadiri para pengurus wilayah perwakilan dari 28 provinsi di Indonesia.

Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam mengatakan Mukernas ke-V ini dilaksanakan salah satunya dalam rangka memantapkan komitmen Parmusi yang hendak membangun politik peradaban. Yakni politik yang dijalankan berbasis dakwah berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.

“Berbeda dengan Politik Kekuasaan, dimana para pelaku politik (baca: politisi) seringkali terjebak hanya untuk menyejahterakan politisi itu sendiri, bukan umat,” kata Usamah.

“Sementara melalui Politik Peradaban, setiap kader dan pengurus Parmusi yang menjadi perwakilan rakyat akan berkhidmat untuk rakyat, utamanya umat Islam sehingga Indonesia yang mayoritas berpenduduk Muslim akan semakin maju,” tambahnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.