Sabtu, 23 Oktober 21

China Tolak Beri Data Awal Covid-19 Kepada Tim WHO

China Tolak Beri Data Awal Covid-19 Kepada Tim WHO
* Prof Dominic Dwyer. (Foto: RTR/BBC)

China menolak menyerahkan data penting kepada tim Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sedang menyelidiki asal-usul virus Corona (Covid-19), kata salah satu investigasi WHO.

Ahli mikrobiologi Prof Dominic Dwyer mengatakan kepada Reuters, Wall St Journal dan New York Times bahwa tim tersebut meminta data pasien di kasus-kasus awal, yang disebutnya sebagai “praktik standar”.

Dia mengatakan tim itu hanya menerima ringkasan kasus.

China belum menanggapi tuduhan tersebut, tetapi sebelumnya berkeras bahwa mereka transparan dalam penyelidikan WHO.

AS telah mendesak China untuk menyediakan data dari tahap awal wabah, dengan mengatakan pihaknya memiliki “kekhawatiran yang mendalam” terkait laporan WHO.

Pekan lalu, tim WHO menyimpulkan “sangat tidak mungkin” virus corona bocor dari laboratorium di kota Wuhan, menepis teori kontroversial yang muncul tahun lalu.

Wuhan adalah tempat virus corona penyebab Covid-19 terdeteksi pertama kali, pada akhir 2019. Sejak itu, lebih dari 106 juta kasus positif dan 2,3 juta kematian telah dilaporkan di seluruh dunia.

Apa yang ingin dilihat tim WHO?
Para penyelidik telah meminta data mentah terkait 174 kasus Covid-19 yang teridentifikasi dari Wuhan pada Desember 2019, kata Profesor Dwyer kepada Reuters.

Hanya setengah dari kasus awal itu yang terkait dengan pasar makanan laut, tempat virus itu awalnya terdeteksi.

“Itu sebabnya kami berkeras meminta [data] itu,” kata Prof Dwyer.

“Mengapa itu tidak terjadi, saya tidak bisa berkomentar. Entah itu karena politik atau waktu atau karena itu sulit … Tapi apakah ada alasan lain mengapa datanya tidak tersedia, saya tidak tahu. Orang hanya bisa berspekulasi. ”

Thea Kolsen Fischer, ahli imunologi Denmark yang juga bagian dari tim WHO, mengatakan kepada New York Times bahwa dia melihat penyelidikan itu “sangat geopolitik”.

“Semua orang tahu seberapa besar tekanan yang ada pada China agar mereka terbuka dalam penyelidikan ini dan juga seberapa banyak kesalahan yang mungkin terkait dengan ini,” katanya.

Prof Dwyer mengatakan keterbatasan data akan disebutkan dalam laporan akhir tim WHO, yang dapat dirilis paling cepat minggu depan.

Tim tiba pada awal Januari dan menghabiskan empat minggu di China – dua minggu pertama untuk karantina hotel. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.