Sabtu, 29 Januari 22

China Perintahkan Toko & Restoran Cabut Simbol Islam

China Perintahkan Toko & Restoran Cabut Simbol Islam
* Restoran di China yang hapus logo halal dan simbol Islam. (ist)

Otoritas China memerintahkan toko dan restoran halal di Beijing untuk mencabut tulisan bahasa Arab dan simbol Islam lainnya. Ini terungkap dalam wawancara Reuters dengan karyawan dari 11 restoran dan toko yang menjual produk halal di Beijing.

Mereka semua mengaku disuruh aparat setempat untuk mencabut gambar yang berkaitan dengan Islam, seperti bulan sabit dan simbol kata “halal” dalam bahasa Arab.

Seorang manajer restoran mi di Beijing mengaku dihampiri oleh sejumlah petugas pemerintahan yang menyuruhnya menutupi kata “halal” di kaca depan.

“Mereka bilang, itu adalah kebudayaan asing dan kalian harus lebih menggunakan kebudayaan China,” ujar pria yang enggan mengungkap identitasnya tersebut.

Pemberantasan tulisan Arab dan gambar bernapas Islam ini dianggap sebagai babak baru dari kampanye untuk memastikan penyesuaian agama dengan kebudayaan China.

Digencarkan sejak 2016, kampanye itu juga mencakup pencabutan kubah-kubah bergaya Timur Tengah di masjid dan menggantinya dengan pagoda khas China.

Menjadi rumah bagi 20 juta umat Muslim, China secara resmi mengakui kebebasan beragama. Namun, pemerintah tetap menggaungkan kampanye agar sistem kepercayaan sejalan dengan ideologi Partai Komunis.

Simbol muslim sebelum ditutup di China. (ist)

Dengan kampanye tersebut, sebenarnya tak hanya Muslim yang menjadi target penertiban. Otoritas juga menutup banyak gereja Kristen bawah tanah dan membakar sejumlah tempat ibadah Kristen yang ilegal.

Namun, Muslim mendapatkan sorotan khusus sejak 2009, ketika bentrokan pecah antara minoritas Muslim Uighur dan mayoritas Han China di Xinjiang.

Geram dengan kendali kuat pemerintah, sejumlah anggota komunitas Uighur melakukan serangan dengan pisau dan bom mobil di tempat-tempat umum.

Sebagai balasan, aparat China menggencarkan operasi “pemberantasan terorisme” di Xinjiang. Belakangan, China juga dilaporkan menahan jutaan orang Uighur di kamp re-edukasi, di mana minoritas Muslim itu dipaksa menanggalkan kepercayaannya.

Sejumlah analis menganggap China mulai khawatir dengan perkembangan pengaruh asing yang akhirnya dapat membuat kelompok-kelompok keagamaan sulit diatur.

“Arab dilihat sebagai bahasa asing dan pengetahuan akan bahasa itu dapat dilihat sebagai sesuatu yang di luar kendali negara,” ujar ahli antropologi dari Universitas Washington, Darren Byler.

Simbol muslim yang ditutup di toko/restoran China. (Aljazeera)

Ia kemudian mengatakan, “Bahasa itu juga dianggap berkaitan dengan kesalehan, yang di mata otoritas negara dianggap sebagai ekstremisme keagamaan. Mereka ingin Islam di China beroperasi menggunakan bahasa China.”

Komite Agama dan Etnis Beijing menolak berkomentar. Mereka hanya mengatakan bahwa perintah terkait restoran halal tersebut merupakan urusan pemerintah pusat.

Para pemilik restoran sendiri mengaku tak masalah jika disuruh mencopot simbol-simbol asing tersebut. Namun, para pelanggan mereka kebingungan, dan sebagian lainnya menganggap otoritas ingin “menghapus” kebudayaan Muslim.

“Mereka selalu bicara mengenai persatuan bangsa. Mereka selalu bicara mengenai China menjadi internasional. Apakah ini yang disebut persatuan bangsa,” kata seorang karyawan restoran.

 

Nasib muslim Uyghur yang digencet di China :

 

Hapus Simbol Muslim
Pihak berwenang di ibukota Cina memerintahkan restoran halal dan kedai makanan untuk menghapus tulisan Arab dan simbol-simbol yang terkait dengan Islam dari tanda-tanda mereka, bagian dari upaya nasional yang diperluas untuk “menyadarkan” populasi Muslimnya.

Karyawan di 11 restoran dan toko di Beijing yang menjual produk halal mengatakan para pejabat mengatakan kepada mereka untuk menghapus gambar yang berhubungan dengan Islam, seperti bulan sabit dan kata “halal” yang ditulis dalam bahasa Arab, dari tanda-tanda mereka.

Pegawai pemerintah dari berbagai kantor mengatakan kepada salah seorang manajer toko mie Beijing untuk menutupi “halal” dalam bahasa Arab pada papan nama tokonya dan kemudian melihatnya melakukannya.

“Mereka mengatakan ini adalah budaya asing dan Anda harus menggunakan lebih banyak budaya Cina,” kata manajer, yang, seperti semua pemilik restoran dan karyawan, menolak menyebutkan namanya karena sensitivitas masalah ini.

Kampanye melawan aksara Arab dan gambar-gambar Islam menandai fase baru dari dorongan yang telah mendapatkan momentum sejak 2016, yang bertujuan untuk memastikan agama sesuai dengan budaya Cina arus utama.

Kampanye ini mencakup penghapusan kubah gaya Timur Tengah di banyak masjid di seluruh negeri demi pagoda gaya Cina. (CNN/Al-Jazeera)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.