Jumat, 23 Oktober 20

China Paksa Wanita Uighur Kerja 12 Jam Sehari

China Paksa Wanita Uighur Kerja 12 Jam Sehari
* Muslimah Uighur diawasi aparat China. (Foto: RFA/AR)

Rezim pemerintah China komunis memaksa wanita Uighur bekerja selama 12 jam dalam sehari.

Kantor berita RFA pada Kamis (1/10/2020) berhasil memverifikasi keakuratan video yang diposting di media sosial oleh Miradil Hessen pada awal September lalu. Dalam video yang diambil secra diam-diam tersebut, tampak wanita muda Uighur dikirim ke pabrik-pabrik setelah dibebaskan dari kamp-kamp penahanan.

Video tersebut semakin menambah banyak bukti bahwa kamp-kamp interniran di Xinjiang telah beralih dari indoktrinasi politik ke kerja paksa, dengan para tahanan dikirim untuk bekerja di pabrik kapas dan tekstil.

Dalam videonya, Hesen memberikan laporan rinci tentang wanita muda dan etnis Uighur lainnya dari kabupaten Uchturpan yang dipaksa untuk bekerja di pabrik tekstil lokal selama 12 jam sehari, dengan hanya satu hari libur tiap bulan.

Kamar untuk pekerja disediakan, tetapi pekerja harus menyediakan makanan mereka sendiri, kata Hesen, yang sekarang ditahan di provinsi Jiangsu di Cina timur setelah diminta oleh polisi karena mengunduh Instagram ke ponselnya dan karena menerbitkan video yang mengkritik otoritas Cina atas pelanggaran hak asasi.

Gaji yang didapatkan oleh pekerja paksa di Aksu hanya senilai 1.500 yuan (220,77 US Dolar) per bulan, sangat tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup para pekerja. Ditambah dengan potongan dari 40 hingga 50 yuan jika pekerja tidak berangkat kerja ataupun izin.

Hanzohra Seyidehmet dan Arzugul Semet, dua wanita muda Uighur dari Uchturpan, yang sebelumnya ditahan di kamp interniran karena pelanggaran belum jelas, sekarang termasuk di antara mereka yang dikirim untuk bekerja di pabrik tekstil Huafu di Aksu, menurut sumber setempat. (Arrahmah/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.