Kamis, 7 Juli 22

Chicago Lahirkan Hari Buruh Sedunia

Chicago Lahirkan Hari Buruh Sedunia
* Aksi demo buruh pada peringatan May Day. (Foto: Tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Tanggal 1 Mei populer sebagai Hari Buruh Sedunia atau May Day. May Day punya sejarah panjang. Lahir dari berbagai rentetan perjuangan kelas pekerja setelah revolusi industri. Para buruh dipaksa untuk bekerja hingga 16 jam sehari. Di beberapa tempat ada yang dipaksa bekerja hingga 19 jam sehari di pabrik-pabrik.

Salah satu cikal bakal serikat buruh muncul di Prancis pada 1790. Namun, pemerintah kala itu menyatakan asosiasi tersebut sebagai kelompok pembuat onar yang harus dibubarkan. Keputusan ini termaktub dalam Undang-undang Le Chapelier.

Reaksi yang sama terjadi di Inggris. Tak hanya melarang serikat pekerja, parlemen di Westminster juga meloloskan undang-undang pada 1799 dan 1800 yang mengharamkan para buruh untuk menawar kesepakatan kerja.

Pada 1820-an, penetrasi mesin uap dan meningkatnya ketergantungan terhadap batubara melahirkan kebutuhan akan pabrik yang berlokasi di sejumlah kota di Inggris, Jerman, Prancis, Belgia dan Inggris.

Ini diikuti oleh konstruksi kanal serta jalur kereta api. Konsekuensi yang tak bisa dihindari adalah munculnya gerakan buruh sebagai hasil dari industri-industri ini.

Para buruh ini menggantungkan hidup mereka kepada gaji minimum. Kondisi tempat tinggal yang serba kekurangan baik dari sisi ruang maupun ketersediaan air bersih serta layanan kesehatan menambah rasa frustrasi.

Selain itu, mereka tidak memiliki kapital maupun tanah untuk produksi sendiri. Ini menimbulkan rasa solidaritas yang tinggi di antara para pekerja.

Tak hanya di Eropa saja, kelompok komunis, sosialis dan serikat pekerja kemudian juga terbentuk di Amerika Serikat pada awal abad 19. Ada dua kelompok besar yang mendominasi pergerakan ini.

Pertama, ada para pekerja tambang yang bergaji kecil dan berada di lingkungan penuh bahaya. Mereka berkumpul dalam organisasi serikat buruh mulai untuk menunjukkan solidaritas hingga menuntut kenaikan gaji.

Kedua, kelompok pekerja konstruksi serta industrial. Bagi mereka yang jadi kekhawatiran bukan hanya soal kesejahteraan, tapi juga kompetisi super ketat antar pekerja. Serikat pekerja akhirnya memikirkan bagaimana untuk mengurangi persaingan dan lebih meningkatkan rasa persatuan.

Tanggal 1 Mei 1886, sejumlah Serikat Pekerja di Amerika Serikat melakukan demonstrasi besar-besaran untuk menuntut diberlakukannya 8 jam kerja setiap hari serta kenaikan upah yang layak. Aksi ini terjadi serentak di seluruh negeri. Tak kurang dari 100.000 orang buruh mengikuti mogok massal tersebut.

Aksi ini berlangsung berhari-hari. Tanggal 4 Mei malam, di alun-alun Haymarket di Chicago, sejumlah aktivis masih melakukan orasi bergantian. Awalnya ada 3.500 orang di sana. Namun seiring hujan deras, pada pukul 22.00 hanya tinggal ratusan buruh yang bertahan.

Kemudian sekitar 180 polisi datang ke lokasi para buruh berkumpul. Suasana memanas. Para aktivis berusaha menjelaskan kalau mereka menjalankan aksi damai. Namun polisi bersikeras membubarkan mereka.

Chicago menjadi lokasi protes yang paling diwarnai kekerasan, salah satunya oleh sebuah ledakan bom di Haymarket Square pada 4 Mei. Sekitar 125 buruh dan polisi kehilangan nyawa atau terluka parah.

Bom tersebut kemudian diketahui merupakan bom rakitan yang dibuat dari dinamit dan diisi dengan kepingan tajam logam. Begitu meledak, potongan metal langsung berterbangan membunuh beberapa orang polisi. Hal ini dibalas oleh berondongan tembakan ke arah massa.

Tak kurang dari 100 orang ditahan. Pengadilan Chicago menyatakan delapan aktivis anarkis bersalah karena membunuh seorang polisi. Hakim menjatuhkan hukuman mati kepada tujuh orang dan satunya lagi dipenjara selama 15 tahun.

Peristiwa di Chicago itu kemudian dikenal dengan nama Insiden Haymarket atau Kerusuhan Haymarket. Tiga tahun setelah kerusuhan berdarah itu, Kongres Sosialis Internasional pertama yang diadakan di Paris mengakui secara resmi bahwa tanggal 1 Mei adalah Hari Buruh Sedunia.

Pada 1904, Kongres Sosialis mewajibkan agar para pekerja berlibur pada 1 Mei. Sejak saat itu, tanggal tersebut dipakai sebagai hari libur di banyak negara. Begitulah hari buruh diperingati di seluruh dunia pada tanggal 1 Mei. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.