Kamis, 6 Oktober 22

Chelsea Keok, Mourinho Ogah Salahkan Hazard

Chelsea Keok, Mourinho Ogah Salahkan Hazard
* Penalti gagal Hazard sebabkan Chelsea tersingkir. (goal.com)

London – Manajer Chelsea Jose Mourinho memilih untuk tidak menyalahkan Eden Hazard ketika timnya disingkirkan oleh Stoke City di babak keempat Piala Liga, Rabu (28/10) dini hari WIB.

Jose Mourinho menolak mengambinghitamkan Eden Hazard setelah kegagalannya mengeksekusi penalti membuat Chelsea tersingkir.

Sang juara bertahan turnamen terpaksa menjalani babak adu penalti dalam laga di Britannia Stadium tersebut. Gol telat Loic Remy menunda kelolosan Stoke yang sudah unggul berkat gol pembuka Jonathan Walters sehingga laga berlanjut dengan perpanjangan waktu sebelum akhirnya harus ditentukan oleh adu tos-tosan.

Sayang, Hazard yang bertugas sebagai penendang terakhir gagal menunaikan tugasnya setelah sepakan titik putihnya berhasil ditepis Jack Butland. Chelsea harus tersingkir dengan skor 5-4 via adu penalti. Namun, Hazard menolak mengambinghitamkan sayap asal Belgia itu.

“Saya ingat beberapa adu penalti [yang pernah saya alami]. Ada kegagalan penalti dari Arjen Robben, Cristiano Ronaldo, dan Kaka. Kini, giliran penendang penalti terbaik kami [yang gagal]. Saya tidak pernah menyalahkan pemain yang gagal mengeksekusi penalti,” ujar Mourinho.

Ketersingkiran dari Stoke tersebut semakin menambah derita bagi Chelsea yang tengah menjalani periode buruk di awal musim ini. Kendati demikian, Mourinho meminta timnya untuk tidak panik sebab ia menilai para pemainnya sudah tampil baik.

“Saya gembira dengan performa tim. Kami bermain baik. Tim ini sudah mengerahkan segalanya. Kami pulang dengan kesedihan, tetapi kami juga membawa perasaan positif. Lebih sulit menerima jika Anda bermain buruk tapi kalah daripada berman baik tapi kalah. Para pemain frustrasi karena mereka tidak meraih apa yang pantas mereka dapatkan.”

“Beberapa bulan lalu, saya memenangkan beberapa laga dan saya adalah seorang juara. Namun orang-orang mengatakan ada hal lain yang lebih penting ketimbang hasil. Namun kini, orang-orang mengatakan bahwa hasil adalah yang terpenting. Ini namanya kontradiksi,” pungkasnya. (goal.com)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.