Sabtu, 23 Februari 19

Charlie Chaplin, Komedian yang Terus Dikenang Dunia

Charlie Chaplin, Komedian yang Terus Dikenang Dunia
* Charlie Chaplin. (Foto: charliechaplin.com)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Charlie Chaplin adalah aktor komedi legendaris abad ke-20 dari Inggris. Chaplin populer di era film bisu. Komedian ini figur yang terus dikenang dunia.

Nama Charlie Chaplin saat ini menjadi viral di media sosial, karena disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di laman Facebooknya, Sabtu (19/1/2019).

Jokowi mengungkapkan, konon Chaplin telah dua kali ke Kabupaten Garut, Jawa Barat, yakni pada 1927 dan 1935. Chaplin ke Garut dengan kereta api dan turun di Stasiun Cibatu. Ia ke sana berlibur, menikmati keindahan Garut, pemandangan alam, udaranya yang dingin.

Baca juga:

Aktor Komedi Legendaris Charlie Chaplin Pernah Liburan ke Garut

Charlie Chaplin Mau Jadi Gambar di Mata Uang Inggris?

BKSDA Jabar Bersama Polisi Kejar Tiga Pemburu Kukang di Garut

Tumbuh dari Keluarga Seniman
Dikutip dari situs charliechaplin.com, pria kelahiran London, Inggris, 16 April 1889 ini bernama lengkap Charles Spencer Chaplin

Lahir dari orangtua yang bergelut di bidang seni suara dan akting, tak heran darah seni mengalir di tubuhnya. Ibu Chaplin merupakan seorang aktris dan penyanyi dengan nama panggung Lily Harley.

Ayahnya adalah seorang penyanyi dan juga seorang aktor. Namun, Chaplin harus kehilangan sang ayah ketika dia masih balita.

Sementara sang ibu yang bernama asli Hanna Hall menderita masalah mental, sehingga Chaplin dan saudara tirinya, Sydney, menjelajahi London.

Di kota itu mereka menari di jalanan untuk mengumpulkan uang receh dengan menyodorkan topi ke penonton yang menyaksikan aksi mereka.

Dalam sebuah pertunjukkan, Hannah secara misterius kehilangan suaranya di tengah-tengah pertunjukan. Hal itu mendorong manajer produksi meminta Chaplin untuk bernyanyi.

Chaplin yang baru berusia lima tahun, dengan langkah berani dia menggantikan posisi ibunya di atas panggung dan mulai bernyanyi. Penonton dibuat kagum dengan aksinya.

Chaplin mendapatkan sorotan, namun sejak itu, Hannah tak pernah mendapatkan suara lagi dan keluarga kecil tersebut perlahan kehabisan uang.

Pada 1897, Chaplin dan Sydney juga bergabung dengan klub Eight Lancashire Lads, sebuah rombongan tari anak-anak.

Kemudian di 1908, ketika usianya menginjak 19 tahun, Caplin bergabung dengan rombongan pantomim Fred Karno.

Dari situ status bintangnya mulai bersinar, saat pantomim berjudul The Drunk dalam sketsa A Night di English Music Hall menuai reaksi positif.

Karier Film
Perusahaan Karno membawanya sampai ke benua Amerika pada 1913. Di negara Amerika Serikat, Chaplin dikontrak untuk tampil dalam film komedi Keystone karya Mack Sennet dengan upah 150 dollar AS per pekan.

Dia berperan sebagai mercenary dandy di film Making a Living. Diminta untuk menghasilkan gambar yang bagus, membuatnya harus berpikir kreatif untuk melakukan improvisasi dengan pakaiannya.

Pilihannya jatuh pada mantel yang kekecilan, celana besar, dan sepatu floppy. Sebagai sentuhan akhir, dia menempelkan kumis seukuran perangko di bawah hidungnya dan membawa tongkat.

Pada film keduanya di Keystone berjudul Kid Auto Races at Venice (1914), alter ego Chaplin “the Little Tramp” di layar lahir.

Selama tahun pertamanya di perusahaan itu, Chaplin menghasilkan 14 film termasuk The Tramp (1915).

Pada usia 26 tahun dia pindah ke Perusahaan Mutual dengan bayaran 670.000 dollar AS per tahun. Beberapa karya terbaiknya dihasilkan dari perusahaan tersebut, seperti One A.M(1916), The Rink (1916), The Vagabond (1916) dan Easy Street (1917).

Chaplin merupakan seorang perfeksionis. Kecintaannya pada eksperimen dalam menghasilkan karya tak terhitung jumlahnya.

Dia pernah meminta pembangunan kembali seluruh set film dan mengulang seluruh pengambilan gambar hanya karena dia salah memilih aktor.

Kesempurnaannya dalam menyusun adegan film menghasilkan buah yang baik, seperti The Kid (1921), The Pilgrim (1923), A Woman in Paris (1923), The Gold Rush (1925), dan The Circus (1928).

Film The Circus membuatnya memenangkan penghargaan Oscar pertamanya pada 1929.

Tiga film terakhir di atas dihasilkan oleh United Artist, perusahaan milik Chaplin yang berdiri pada 1919 bersama dengan Douglas Fairbanks, Mary Pickford, dan DW Griffith.

Pernikahan dan Komunis
Secara total, Chaplin menikah sebanyak 4 kali. Pada 1918, dia pernah menikah dngan Mildred Harris (16). Pernikahannya hanya bertahan dua tahun.

Pada 1924, dia menikah lagi dengan aktris Lita Grey (16) yang mengikuti audisi untuk sebuah peran di filmya The Gold Rush. Dari pernikahan itu, dia memiliki dua putra, Charles Jr dan Sydney.

Keduanya bercerai pada 1927. Sekitar 9 tahun berlalu, Chaplin menikah dengan Paulette Goddard dan bertahan hingga 1942.

Istri terakhirnya, Oona O’Neill, masih berusia 18 tahun, sementara Chaplin berumur 54 tahun. Oona merupakan putri dari dramawan Eugene O’Neill.

Kendati telah tinggal di AS selama 42 tahun, dia tak pernah menjadi warga negara negeri Paman Sam.

Selama ini karier akting Chaplin bergelut pada film bisu, artinya tak ada suara. Belum ada teknologi yang mampu menggabungkan audio ke dalam visual.

Perkembangan pengetahuan yang pesat memungkinkan sineas dapat menghasilkan karya film dengan suara. Pada 1940, film dengan audio yang pertama dirilis Chaplin dengan judul The Great Dictator yang memparodikan Adolf Hitler.

Tujuh tahun kemudian, dia berkarya dalam film komedi Monsieur Verdoux. Kariernya mulai goyah ketika dia dituduh memiliki hubungan dengan komunis karena film itu. Namun, Chaplin membantahnya dengan keras.

Pada 1952 petugas imigrasi mencegah Chaplin dan istrinya masuk kembali ke AS setelah melakukan tur ke luar negeri. Pasangan itu akhirnya meninggalkan AS selama 20 tahun.

Mereka menetap di Swiss bersama dengan 8 anak. Pada 1972, Chaplin kembali ke AS untuk menerima penghargaan khusus di Academy Awards atas karyanya yang tak terhitung jumlahnya untuk seni sepanjang abad.

Pencurian Jasad
Lima tahun sebelum menyabet penghargaan dari Academy Awards, dia sempat memproduksi film A Countess from Hong Kong pada 1967. Kendati dibintangi oleh Sophia Loren dan marlon Brando, film itu tak masuk box office.

Pada 1975, Chaplin menerima gelar ksatria dari Ratu Elizabeth II sehingga dia mendapat julukan “Sir” untuk mengawali nama lengkapnya.

Chaplin mengembuskan napas terakhirnya pada 25 Desember 1977 di rumah di Corsier-sur-Vevey, Vaud, Swiss.

Setelah dimakamkan di dekat Danau Geneva, jasadnya dicuri oleh dua pria yang meminta tebusan uang senilai 400.000 dollar AS. Pelaku ditangkap dan tubuh Chaplin ditemukan sekitar 11 pekan berikutnya. (red/arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.