Selasa, 26 Januari 21

Cerita Penyelam JT 610 Mendengar Suara Wanita di Dasar Laut

Cerita Penyelam JT 610 Mendengar Suara Wanita di Dasar Laut
* Penyelam Lion Air JT 610. (Foto Kompas.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Proses evakuasi korban dan bangkai kapal Lion Air nomor penerbangan JT 610 terus melibatkan banyak pihak, Tak hanya dari TNI, Polri dan Basarnas, proses evakuasi juga melibatkan komunitas selam, salah satunya adalah POSSI, Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia.

Salah satu penyelam Possi dari Semarang bernama Malik, mengatakan bahwa dirinya kerap dilibatkan dalam proses evakuasi seperti ini. Banyak cerita-cerita menarik yang disampaikan, dari barang-barang milik korban, serpihan pesawat dan jenazah yang sudah tidak utuh lagi.

“Awalnya memang tidak terbiasa melihat jenazah yang tidak utuh, tapi karena sudah sering dipanggil Basarnas lama kelamaan sudah terbiasa,” kata Malik, di atas perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/11/2018).

Bahkan Malik menceritakan, selama melakukan penyelaman di dasar laut, ia mengaku kerap menemui kejadian aneh. Misalnya, mendengar suara perempuan minta tolong di kedalaman puluhan meter di bawah laut.

“Iya memang kadang mengalami hal semacam itu, tapi saya biasa saja karena hal-hal seperti itu di Alquran kan memang ada. Jin dan Manusia itu memang diciptakan oleh Allah,” ujarnya.

Selain Malik, seorang penyelam dari TNI AL yang enggan disebutkan namanya juga mengaku kerap mengalami hal serupa. Dia seperti mendengar ada suara wanita yang berteriak memanggil saat dia melakukan penyelaman untuk mencari korban pesawat Lion Air JT 610.

Namun penyelam dari Kopaska ini enggan untuk berpikiran negatif. Dia menganggap hal itu hanya halusinasi saja. “Kita seperti merasakan, ada yang teriak manggil. Tapi kita enggak hiraukan. Kita anggap itu paling bagian dari halusinasi saja,” ujarnya.

Untuk menjadi penyelam yang ikut dalam evakuasi bersama Basarnas, tidak hanya berdasarkan kemauan, tetapi juga dipilih karena telah memiliki kemampuan. Beberapa kriteria yang dipilih adalah orang tersebut harus memiliki kemampuan menyelam yang baik, fokus, dan juga mudah bergaul.

“Orangnya harus pandai bergaul. Karena kalau SAR gini kan nanti akan bertemu banyak orang dari mana saja, kita kerja sama melakukan pencarian. Jadi tidak bisa orang yang kaku,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.