Minggu, 26 Mei 19

Cerita Jokowi Saat Ingin Tambah Dua Menteri Dalam Nomenklatur

Cerita Jokowi Saat Ingin Tambah Dua Menteri Dalam Nomenklatur
* Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat menekan tombol tanda dimulainya pembukaan Rakornas Investasi di Nusantara Hall ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (12/3/2019). (Foto: JAY/Setkab)

Tangerang, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan awal mulanya saat ia menjadi presiden. Tidak lama saat menjabat, Jokowi sempat berpikir untuk menambah dua posisi menteri, meski saat itu pemerintahannya sudah berjalan.

Jokowi mengaku realisasi angka investasi dan ekspor Indonesia menginspirasi dirimya mengenai penambahan dua jabatan menteri itu, yaitu menteri yang mengurus masalah investasi, dan menteri yang mengurus masalah ekspor.

 

Baca juga:

Ucapan Terima Kasih Siti Aisyah kepada Jokowi

Ini Alasan Kenapa Jokowi Masih Jauh Unggul Dibanding Prabowo

Jokowi: Atas Izin Allah Insya Allah di Jabar Kita Menang

 

“Saya sudah sampaikan seminggu yang lalu dalam forum rapat kabinet, saya bertanya apakah perlu kalau situasinya seperti ini, yang namanya menteri investasi dan menteri ekspor. Khusus. Penyakit kita ada di situ,” kata Presiden Jokowi di Tangerang, Banten,Selasa (12/3/2019).

Jokowi mencontohkan negara lain seperti di Uni Eropa ada menteri investasi, dan ada menteri khusus ekspor. Ia menyebutkan dari sisi kelembagaan memang Indonesia harus memiliki menteri investasi dan menteri ekspor, agar masalah ekspor dan investasi dapat diminimalisir.

“Saya itu paling geregetan, kita mengerti kesalahan kita, kita mengerti kekurangan kita, kita mengerti jalan keluarnya, tapi kita tidak bisa menuntaskan masalah yang ada,” ucap Presiden Jokowi.

Meski demikian, Presiden menilai pasti ada yang enggak benar di titik-titik tertentu. Ia akan mempelajari dan pasti akan menemukan jalan keluarnya. Jangan sampai nanti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) di PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), ngomongnya sehari, ternyata pelaksanannya dua minggu.

“Saya cek ternyata masih delapan bulan, masih enam bulan ketemu berarti di situ. Bisa di pusat, bisa di daerah,” ungkap Presiden.

Sebelumnya Presiden Jokowi menyampaikan, sebetulnya perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat bisa kita manfaatkan karena investor, investasi yang ada di Tiongkok itu sudah mulai goyang, bahkan ingin mencari lokasi baru untuk investasinya.

“Kalau ini dimanfaatkan, disambungkan. Duta besarnya bisa menyambungkan, mungkin ITPC nya bisa menyambungkan, dan BKPM bisa menjemput bola ke sana,“ katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.