Minggu, 26 Januari 20

Cerita Gus Baha Tentang Nabi Musa Sakit Gigi dan Percakapannya dengan Allah

Cerita Gus Baha Tentang Nabi Musa Sakit Gigi dan Percakapannya dengan Allah
* Gus Baha. (Foto: Twitter Ngaji Gus Baha)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketika seorang sakit tindakan pertama yang sering kali dilakukan adalah pergi ke dokter. Setelah pergi ke dokter dan berkonsultasi, selanjutnya membeli obat untuk diminum dengan harapan sakitnya bisa sembut.

Padahal yang menakdirkan seorang untuk sembuh dari sakit hanyalah Allah SWT. Karenanya salah satu dari nama-nama Allah adalah Asy Syaafii, yaitu Allah Yang Maha Menyembuhkan.

Gus Baha pun dalam sebuah ceramahnya pernah menceritakan kisah Nabi Musa AS saat sedang mengalami sakit gigi. Dalam kisah tersebut mengandung makna bahwa sesungguhnya yang menyembuhkan penyakit adalah Allah SWT bukan obat-obatan.

“Nabi Musa itu pernah sakit gigi karena mentang-mentang beliau kalimullah (orang yang sering berkomunikasi dengan Allah). Minta kepada Allah, ‘Ya Allah tunjukkan obat untuk sakit gigi itu apa?’ Singkat cerita sama Allah dikasih tahu ‘kamu kunyah rumput ini!’ karena resepnya dari Allah ya pasti mujarab, kan bukan dari dokter. Singkat cerita, dikunyah langsung sembuh,” ucap Gus Baha dalam video tersebut seperti dikutip dalam instagram @semburat_1202.

“Suatu saat Nabi Musa sakit gigi lagi tapi enggak konsultasi lagi. Karena pikirnya masih punya resep copy-an tadi. Kemudian datang, mencari rumput lagi kemudian dikunyah malah tambah sakit. Tanya sama Allah,” lanjut Gus Baha.
.
“Ya Allah ini resepnya sama, kok malah tambah sakit?” tutur Gus Baha menceritakan.

Allah kemudian menjawab.

“Kamu itu kekasihku, seharusnya kamu tahu bahwa yang menyembuhkan itu ‘Aku’ bukan rumput itu.”

Sejak saat itu kata Gus Baha, Nabi Musa tak pernah tanya resep lagi.

Dari kisah di atas dijelaskan bahwa yang membuat sakit menjadi sembuh itu bukanlah obat. Bahkan, dalam kasus sakit gigi yang diderita oleh Nabi Musa AS, kesembuhan gigi yang sakit itu bukanlah karena rumput.

Allah SWT menunjukkan kepada Nabi Musa AS bahwa rumput yang dulu digunakan sebagai obat itu ternyata tidak mampu menyembuhkan rasa sakit jika Allah SWT tidak mengizinkan. Sementara kebayakan orang selalu percaya dan yakin bahwa obatlah yang menyebabkan.

Padahal, obat itu adalah perantara (media) saja. Sedangkan yang mampu menyembuhkan sakit manusia adalah Allah SWT. Sama halnya dengan dokter, dokter bukanlah penyembuh penyakit, ia hanyalah orang yang mengobati bukan yang menyembuhkan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.