Kamis, 4 Juni 20

Cerita Gus Baha, Ada Orang Masuk Surga Karena Disuruh Masuk Neraka

Cerita Gus Baha, Ada Orang Masuk Surga Karena Disuruh Masuk Neraka
* Gus Baha. (Foto: NU Online)

Semarang, Obsessionnews.com – KH Bahauddin Nur Salim (Gus Baha) dikenal punya banyak wawasan keagamaan yang luar biasa. Ilmunya begitu dalam, banyak menguasai kitab-kitab klasik. Maka tak heran, dalam memberikan ceramah, Gus Baha punya banyak cerita-cerita menarik untuk disampaikan kepada jamaah karena cerita itu penuh dengan makna.

Seperti pada saat ngaji Bareng dalam rangka Harlah ke-97 NU (versi Hijriyah) di Kantor PWNU Jateng, Jl Dr Cipto No 180, Kota Semarang, Sabtu (7/2) malam, Gus Baha menyampaikan dua ahli neraka yang dipanggil Allah dalam keadaan diborgol. Mereka masing-masing ditanya Allah soal pengalamanya hidup di neraka.

“Enak di neraka?”

“Wah, Gusti, di neraka kok enak, ya jelas nggak enak”

“Ya sudah, kamu kembali lagi ke neraka,” kata Allah.

Kemudian Gus Baha pun berkomentar. “Dugaan kita kan pasti anak ini nggak mau. Ternyata nggak: dia lari sekencang-kencangnya menuju neraka. Semangatnya masya Allah. Maka ini sekaligus ijazah: kalau disuruh (Allah) masuk neraka, yang semangat,” kata Gus Baha, disambut ledakan tawa hadirin.

Tuhan akhirnya bertanya: “Lho, kamu Ku-suruh ke neraka kok semangat?”

“Gusti, saya ini sudah kapok ketika di dunia. Engkau nyuruh shalat saya lelet. Engkau menyuruh kebaikan saya lelet. Sebagai bentuk kapok saya, Engkau nyuruh saya ke neraka, saya semangat. Saya sekarang taat.”

Berkahnya semangat menuju neraka, lanjut Gus Baha, Tuhan membalas:

“Ya sudah, di surga saja.”

“Makanya ini nanti kalau kamu disuruh masuk neraka, yang semangat,” kata Gus Baha.

Artinya, itu kan di luar dugaan kita, cara berpikir seperti itu. Akhirnya dia jadi ahlil jannah (penghuni surga),” terang Gus Baha.

Ada pun cerita kedua, masih di bab yang sama, ditanya sama Allah:

“Enak di neraka?”

“Ya ndak, Gusti.”

“Ya sudah, kembali lagi ke neraka,” kata Allah

Si orang ini nolah-noleh gitu.

Terus ditanya sama Allah: “Kenapa nolah-noleh?”

“Ya Allah, ketika Engkau memanggil kami ke surga, saya ndak pernah mengira kalau akan Engkau kembalikan lagi ke neraka.”

“Ya sudah, kamu di surga-Ku karena husnuzan (berbaik sangka) kepada-Ku.”

“Ini berarti ada dua sanad. Lucunya sama-sama benar. Yang semangat ya benar. Yang lelet juga benar,” lanjut kiai muda NU yang rambutnya seringkali menjuntai keluar kopiah ini.

“Maka kalian punya dua pilihan, nanti kalau disuruh masuk neraka. Bisa semangat, bisa lelet. Semuanya nanti di surga. Artinya begini: sanad itu, ternyata nggak yang kita duga. Makanya saya mohon, siapapun yang mencintai agama ini harus banyak membaca. Jangan menuruti emosi, kemudian emosi itu diatasnamakan agama,” terang Gus Baha.

Gus Baha menyatakan, dalam setiap cerita yang disampaikan itu selalu punya sanad yang jelas. Karena jika beragama tidak memakai sanad, maka cara berpikirnya bisa tidak sesuai. Dalam cerita itu ia mengaku ditemukan kitab Ihya’ Ulumiddin karya Hujjatul Islam Imam al-Ghazali. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.