Sabtu, 4 Desember 21

Cegah Radikalisme-Narkoba, Kemenag Bentuk Tim Cyber

Cegah Radikalisme-Narkoba, Kemenag Bentuk Tim Cyber

Jakarta, Obsessionnews.com Kementerian Agama RI membentuk Tim Cyber Anti Narkoba dan Radikalisme, yang bekerja secara nasional dan masif.

“Kegiatan semacam ini mestinya sudah dilakukan sejak dulu. Sebab, ribuan konten internet yang bermuatan radikalisme, dan menyebar kebencian yang berpotensi memecah umat terus bermunculan. Meski terlambat, kegiatan ini penting dalam ikut berpartisipasi mencegah peredaran narkoba dan radikalisme,” ujar Dirjen Bimas Islam Machasin, seperti dilansir laman Kemenag.go.id.

baca juga:

Kontra Radikalisme Bisa Ditanamkan di Kampus

Medsos Paling Efektif Cegah Propaganda Radikalisme

Menurut guru besar UIN Sunan Kalijaga ini, setidaknya ada dua perangkat yang dibutuhkan. Pertama, bahan untuk mengimbangi dan kedua ada petugas yang menyebarkan via media sosial.

Bahan penyeimbang yang dimaksud akan disediakan oleh pusat. Sementara PIC masing-masing Kanwil seluruh Indonesia yang bertanggung jawab menyebarkannya.

Machasin mengaku prihatin, misalnya saat tokoh sekaliber Prof. Quraish Shihab yang merupakan ahli tafsir lebih dari tiga dekade disalah-salahkan oleh sejumlah orang yang mungkin belum memahami duduk permasalahannya.
Menurutnya, dunia ini menjadi jelek bukan karena banyak orang buruk, tapi karena banyak orang baik hanya diam saja sehingga ruang publik dikuasai orang tidak baik.

Selain narkoba dan radikalisme, tim juga diharapkan memerhatikan bahaya pornografi. “Pornografi membuat pikiran rusak, lawan jenis dianggap obyek bukan manusia yang perlu dihormati,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Ditjen Bimas Islam H. A. Latief melaporkan, kegiatan ini sebagai tindak lanjut arahan Menag dalam rangka menanggulangi bahaya narkoba serta penyebaran paham dan gerakan radikalisme yang kian marak.
“Selanjutnya ke depan PIC sangat diharapkan mampu mengkonter itu semua dengan cara optimalisasi media sosial,” jelas H.A. Latief.

“Seluruh pembahasan koordinasi ini selanjutnya akan menjadi panduan bagi Bimas Islam untuk melakukan pendekatan agama melalui dunia maya,” pungkasnya. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.