Sabtu, 2 Juli 22

Cegah Praktik KKN, Kementerian ATR/BPN Lakukan Pengembangan Peta ZNT

Cegah Praktik KKN, Kementerian ATR/BPN Lakukan Pengembangan Peta ZNT
* Rapat Dengar Pendapat Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Kepala Daerah Se-Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan di Aula Rumah Dinas Gubernur Gorontalo. (Foto: Humas Kemen ATR/BPN)

Obsessionnews.com – Pencegahan korupsi menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pun turut melakukan pencegahan korupsi, yakni dengan melakukan pengembangan Peta Zona Nilai Tanah (ZNT). Hal ini ditujukan sebagai transparansi dalam penilaian tanah dan menghindari transaksi tatap muka yang dapat memungkinkan adanya praktik korupsi serta kolusi selama proses penilaian tanah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Penilaian Tanah dan Ekonomi Pertanahan pada Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (Ditjen PTPP) Kementerian ATR/BPN, Herjon Panggabean dalam Rapat Dengar Pendapat Program Pemberantasan Korupsi Terintegrasi Kepala Daerah Se-Provinsi Gorontalo yang diselenggarakan di Aula Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Kamis (19/05/2022).

Lebih lanjut ia mengatakan, Kementerian ATR/BPN sejak tahun 2007 telah membuat peta nilai tanah berbasis zona menggunakan aplikasi bernama ZNT. Urgensi dari aplikasi ZNT di antaranya untuk 1) asas keadilan; 2) sebagai tambahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP); 3) dan sebagai langkah efisiensi dalam memperoleh nilai tanah yang sesuai.

“Peta nilai tanah juga diharapkan dapat mempercepat proses perolehan tanah untuk investasi. Inisiatif baru ini telah disosialisasikan ke kementerian/lembaga (K/L) dan pemerintah daerah dengan dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK telah mendorong semua pemerintah daerah di Indonesia untuk mengadopsi peta nilai tanah ini untuk mencegah korupsi,” ujar Herjon Panggabean dikutip Obsessionnews.com Sabtu (21/5).

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua KPK Republik Indonesia (RI), Lili Pintauli Siregar menjelaskan, mengenai strategi pemberantasan korupsi dilakukan dengan tiga pendekatan, yaitu pendekatan pendidikan masyarakat, pendekatan pencegahan, dan pendidikan penindakan.

“Pendekatan pendidikan masyarakat yakni membangun dan internalisasi nilai-nilai integritas anti korupsi; untuk pendekatan pencegahan, membangun sistem yang dapat mencegah korupsi; dan pendekatan penindakan sebagai efek jera,” jelas Lili Pintauli Siregar.

Pj. Gubernur Gorontalo, Hamka Hendra Noer dalam kesempatan sama mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membentuk pemerintahan yang transparan dan akuntabel. “Kami memandang sebagai bukti komitmen yang kuat untuk membuat pemerintahan yang progresif, dalam membangun pemerintah yang bersih, efektif, dan terpercaya,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.