Jumat, 25 September 20

Cegah Penyebaran Covid-19, Agus Susanto Layani Peserta BPJAMSOSTEK Lewat Lapak Asik

Cegah Penyebaran Covid-19, Agus Susanto Layani Peserta BPJAMSOSTEK Lewat Lapak Asik
* Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Agus Susanto. (Foto: Fikar Azmy)

Jakarta, Obsessionnews.com – Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus menetap di rumah, bahkan pemeerintah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal itu guna mencegah penularan Covid-19 semakin luas.

Menanggapi hal tersebut, BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) membenahi pelayanan agar terus melayani peserta dengan tetap patuh pada aturan PSBB, yakni dengan menginisiasi protokol Layanan tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik).

“Meski tanpa bertemu langsung, namun, keamanan dan kerahasiaan data tetap menjadi prioritas,” tegas Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Agus Susanto seperti dikutip dari majalah Men’s Obsession, Jumat (4/9/2020).

Protokol Lapak Asik ini, dianggapnya terbukti mampu mendorong masyarakat pekerja untuk beradaptasi dengan tatanan baru pelayanan BPJAMSOSTEK. Terkait dengan pengembangan sistem Teknologi Informasi (TI), BPJAMSOSTEK berusaha tak henti beradaptasi dengan perkembangan terkini.

“Mulai dari sistem administrasi kepesertaan, pengajuan klaim, hingga aplikasi mobile yang mendukung berbagai fitur tambahan untuk memenuhi kebutuhan peserta,” ucap Agus.

Termasuk sistem yang digunakan oleh protokol Lapak Asik, semua dikembangkan dan dikelola oleh internal BPJAMSOSTEK. Meski demikian, kemudahan yang ditawarkan melalui Lapak Asik bukan tanpa kekurangan. Namun, BPJAMSOSTEK terus berkeinginan untuk selalu melampaui ekspektasi peserta dalam memberikan layanan.

Jika peserta menemui kendala dalam mengajukan aplikasi melalui Lapak Asik, layanan One to Many menjadi solusi untuk mengakomodasi kendala yang dialami peserta. Layanan tersebut merupakan layanan offline di Kantor Cabang BP Jamsostek menggunakan fasilitas video conference yang terhubung dengan petugas pelayanan yang mampu mengakomodir 4-6 orang peserta dalam waktu yang bersamaan.

Sejak diberlakukannya protokol Lapak Asik dan layanan One to Many, BPJAMSOSTEK mengkonfirmasi terjadinya peningkatan jumlah peserta yang mendapat pelayanan. Jika sebelumnya pada masa-masa normal jumlah peserta yang dilayani sebanyak 8 ribu orang, pada era adaptasi kebiasaan baru pekerja yang dilayani rata-rata mencapai 15 ribu orang per hari di seluruh Indonesia.

“Bahkan pada tanggal 2 Juli, sempat menyentuh lebih dari 16.800 orang per hari di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Hal ini tidak lain karena adanya peningkatan kapasitas baik dari infrastruktur TI maupun personil yang bertugas di bagian Customer Service. Sejalan dengan peningkatan layanan dan infrastruktur TI, terhitung hingga Juni 2020, jumlah pengajuan klaim JHT (Jaminan Hari Tua) mencapai 1,15 juta kasus atau meningkat 10% (yoy) dengan nominal mencapai Rp14,35 triliun atau meningkat 16% (yoy).

Jika dilihat dari pengajuan klaim sepanjang Juni 2020, terjadi lonjakan sebesar 131% atau sebanyak 287,5 ribu dengan nominal Rp3,51 triliun, di mana jumlah tersebut meningkat 129% lebih besar dibanding pengajuan klaim JHT sepanjang Juni 2019, yakni sebanyak 124,5 ribu pengajuan klaim JHT.

Melengkapi Lapak Asik dan One to Many, BPJAMSOSTEK juga meluncurkan terobosan baru berupa klaim JHT secara kolektif. Terobosan ini untuk mengantisipasi lonjakan klaim yang terjadi di kantor cabang BPJAMSOSTEK.

Melalui klaim kolektif ini, mereka yang hendak mengklaim JHT dapat mewakilkannya secara berkelompok pada perwakilan yang ditunjuk perusahaan. Peserta perlu mengkonfirmasi terlebih dahulu kepada perusahaan apakah sudah ada kerjasama klaim kolektif sebelumnya dengan BPJAMSOSTEK.

Peran besar lainnya yang dilakukan BPJAMSOSTEK adalah mendukung program Bantuan Subsidi Upah (BSU) dari pemerintah. Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan bakal memberikan subsidi kepada pekerja yang telah terdaftar di BPJAMSOSTEK dengan ketentuan umum adalah gaji yang dilaporkan ke BP Jamsostek tiap bulannya di bawah Rp5 juta.

Saat ini, sebanyak tiga juta data pekerja calon penerima BSU diserahkan oleh BPJAMSOSTEK kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Selasa (1/9).

Sebelumnya, pada  24 Agustus 2020 yang lalu, BPJAMSOSTEK telah menyerahkan 2,5 juta data pekerja. Berarti kini sudah ada 5,5 juta data pekerja yang diserahkan ke Kemenaker.

“Penerima Program BSU ini sedikitnya berjumlah 15,7 juta pekerja yang merupakan peserta aktif BPJAMSOSTEK yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia. Untuk lebih rinci terkait teknis pelaksanaan nantinya akan diterbitkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan selaku regulator dalam bentuk Permenaker,” imbuh Agus.

Dia berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut membantu menginformasikan nomor rekening peserta sesuai skema dan kriteria yang diberikan pemerintah agar mempercepat proses pengumpulan informasi sekaligus pengkinian data peserta.

BSU ini merupakan salah satu nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP). (Gia/Men’s Obsession/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.