Rabu, 21 Oktober 20

Cegah Corona, Korut Ancam Tembak Pendatang China

Cegah Corona, Korut Ancam Tembak Pendatang China
* Tentara Korea Utara

Otoritas China memerintahkan warganya untuk menjauhi area perbatasan dengan Korea Utara (Utara). Hal itu demi mencegah risiko ditembak oleh tentara Korut, kata penduduk setempat, Kamis (5/3/2020).

Pemerintah Korut menutup perbatasannya dan melarang pendatang dari China demi mencegah penyebaran virus Corona jenis baru (COVID-19).

Warga setempat mengatakan peringatan itu datang dalam pemberitahuan tertulis bahwa pemerintah China di daerah itu mengeluarkan pekan ini, indikasi terbaru tentang seberapa serius Korea Utara menangani ancaman virus tersebut.

China dan Korut berbagi wilayah perbatasan sepanjang 1.400 kilometer (880 mil). Pada musim dingin, sungai di sana kerap membeku sehingga memungkinkan warga untuk menyeberang perbatasan.

Warga China di Kota Jian dan Kota Baishan menerima peringatan mereka yang berada terlalu dekat dengan perbatasan kemungkinan akan ditembak oleh aparat dari Korut. “Kami diberi tahu kemungkinan akan tewas ditembak apabila berada terlalu dekat di wilayah perbatasan,” kata seorang pemilik restauran di Jian yang menolak menyebut identitasnya.

Perbatasan antara China di Kota Jian dengan Korut ditandai dengan aliran Sungai Yalu yang mengalir di wilayah kedua negara itu.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengambil bagian dalam pertemuan dengan Partai Buruh Korea yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara [KCNA via Reuters]

Menurut peringatan tersebut warga dua kota di China itu dilarang memancing, menggembalakan ternak, atau membuang sampah dekat sungai.

Korut juga meminta China agar meningkatkan penjagaan di perbatasan demi mencegah kemungkinan ada warganya yang tertembak, mengingat Korut telah meningkatkan status waspada terhadap virus Corona jenis baru pada level tertinggi.

“Petugas keamanan akan mengawasi wilayah perbatasan selama 24 jam sehari dan tiap orang yang ditemukan (mendekati perbatasan) akan ditahan oleh kepolisian China,” kata otoritas setempat dalam surat peringatan itu. “Mereka yang memaksa mendekati perbatasan akan ditembak (oleh tentara Korut)”.

Pegawai urusan propaganda di Jian, yang menolak menyebut namanya, mengonfirmasi isi peringatan tersebut dan mengatakan petugas di perbatasan juga mengeluarkan larangan yang sama melalui pesan singkat.

“Selama pencegahan wabah berlangsung, warga dilarang melakukan seluruh aktivitas seperti memancing di Sungai Yalu atau berteriak memanggil warga Korut di seberang sungai,” demikian isi peringatan yang disampaikan lewat pesan singkat. Dalam peringatan itu, tidak ada pemberitahuan mengenai risiko ditembak militer Korut.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian luar negeri China tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Dilarang masuk

Pemerintah Korut pernah menerapkan larangan masuk terhadap pendatang saat dunia diserang wabah ebola pada 2014. Warga kota Jian dan Baishan di China diperingatkan bahwa orang yang terlalu dekat dengan perbatasan mungkin akan ditembak, menurut tiga orang yang menerima pemberitahuan tersebut, yang ditinjau oleh Reuters.

“Kami diberitahu bahwa kami mungkin akan terbunuh jika terlalu dekat dengan daerah perbatasan,” kata seorang pemilik restoran di Jian, yang dipisahkan dari Korut oleh Sungai Yalu, menolak untuk diidentifikasi karena kepekaan masalah tersebut.

Warga dilarang memancing, merumput, atau membuang sampah di dekat sungai, menurut pemberitahuan yang dikeluarkan minggu ini.

Sejauh ini, Korut belum melaporkan kasus pertama penularan jenis baru virus Corona. Namun sejumlah ahli mengatakan pemerintah setempat membuat kebijakan yang lebih keras untuk mencegah penyebaran wabah dibandingkan dengan langkah sebelumnya.

Di tengah penyebaran wabah, Korut membatasi perjalanan dan perdagangan dari China, negara yang menjadi pusat penyebaran jenis baru virus Corona.

Virus tersebut telah menular ke lebih dari 80.000 orang dan menewaskan lebih dari 3.000 jiwa di China. Saat ini, virus itu telah menyebar ke lebih dari 50 negara di luar China.

Sebagian besar penerbangan dan kereta dari dan ke Korut juga dibatasi, sementara itu para diplomat asing di Pyongyang diwajibkan menjalani masa karantina selama sebulan, dan pihak berwenang telah menindak penyelundupan lintas batas.

“Di perlintasan perbatasan, personel yang bertanggung jawab atas inspeksi dan karantina melaksanakan tugas mereka dengan bertanggung jawab untuk sepenuhnya mencegah virus menyebar ke negara itu,” lapor Badan Pusat Berita Korea yang dikelola negara Korut bulan lalu. (Rep/Reuters)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.