Kamis, 2 Desember 21

Cegah Antrian, Saudi Cetak Visa dengan Kertas Biasa

Cegah Antrian, Saudi Cetak Visa dengan Kertas Biasa

Jakarta, Obsessionnews- Agar kasus keterlambatan pembuatan visa haji, Kedubes Saudi Arabia di Jakarta akan mencetak visa tersebut dengan kertas biasa A4. Juga diberlakukan aplikasi visa online.

“Insya Allah masalah keterlambatan tahun lalu ketika calon-calon jemaah terpaksa menunda keberangkatan ke Tanah Suci tidak akibat keterlambatan pembuatan visa haji tidak terjadi lagi,” ujar Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil, seperti dilansir laman Kemenag.go.id, Jumat (3/6/2016).

baca juga:

Tingkat Kepuasan Haji Harus Maksimal

Kemenag Akan Tindak Pelaku Pungli Haji

Menag: Persiapan Haji Hampir Rampung

Lebih Dari 50% Calon Haji Lunasi ONH

Pemerintah Berjuang Kurangi Antrean Haji

Uji coba pencetakan visa juga dilakukan oleh Kemenag RI, mendatangkan petugas haji dari Arab Saudi untuk bimbingan dan uji coba layanan visa online. Antisipasi agar keterlambatan pembuatan visa haji tidak terulang.

Djamil menambahkan, persentase paspor jemaah sudah terkumpul telah mencapai lebih 80 persen. Dia mengatakan, visa untuk jemaah yang berangkat lebih awal akan diurus terlebih dahulu dari jemaah yang berangkat belakangan.

visa kertas
visa kertas

Tahun lalu, Indonesia menjadi pilot project e-hajj, sistem informasi haji dan umrah yang terintegrasi dengan sejumlah negara lain. Penerapan sistem e-hajj ketika itu belum sepenuhnya mulus, yang berakibat lambatnya penyelesaian sebagian visa haji jemaah Indonesia.

“Mulai musim haji tahun ini, visa haji yang semula berbentuk stiker akan diubah menjadi visa yang berbentuk kertas biasa berukuran A4. Sosialisasinya hari ini di Kedutaan Besar Kerajaan Arab Saudi di Jakarta,” katanya.

Menurut Sri Ilham, sistem ini sudah terintegrasi antara Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi dan akan diterapkan untuk pertama kalinya di Indonesia dan India.

Dianggap sukses dengan sistem e-hajj, negara Indonesia tahun ini dijadikan percontohan untuk perubahan visa haji dari stiker menjadi visa berbentuk kertas biasa berukuran A4. Selain Indonesia percontohan perubahan bentuk visa itu dilakukan juga di India sebagai salah satu negara terbesar pengirim jemaah haji.

“Tujuan dari perubahan penerbitan visa dari berbentuk stiker menjadi kertas ukuran A4 untuk memberikan kemudahan. Diubah menjadi kertas biasa agar lebih mempermudah proses pencetakannya,” jelas Sri Ilham.

Penjelasan dan sosialisasi perubahan bentuk format visa haji disampaikan Direktur IT dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi Mr Abdullah Talhi dan Direktur IT Kementerian Haji dan Umrah Mr Abdul Aziz Damanhuri.

Selain Ditjen PHU, hadir juga dari unsur Direktorat Jenderal Imigrasi dan pihak maskapai penerbangan Saudia serta Garuda Indonesia. @reza_indrayana

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.