Selasa, 21 September 21

CBA: Ingin Untung Gede, TBIG Mgotot Pinang Mitratel

CBA: Ingin Untung Gede, TBIG Mgotot Pinang Mitratel
* Uchok Sky Khadafi.

Jakarta, Obsessionnews – Center For Budget Analysis (CBA) membeberkan, bahwa karena ingin mendapat untung besar, TBIG ngotot meminang Mitratel, anak perusahaan Telkom.

Ditandaskan, pada tahun 2016, Kementerian BUMN akan melakukan ‘penjualan’ 8 BUMN dengan alasan yang basi atau tidak masuk akal sehat. Dimana dengan melakukan penjualan 8 BUMN ini, bisa meningkatkan kinerja perusahaan, nilai perusahaan, dan memperbesar manfaat bagi negara dan masyarakat.

“Yang jelas dengan ada penjualan 8 BUMN, aset negara merosot, dan uang pajak rakyat beralih ke perusahaan swasta. Selanjutnya, penjualan BUMN ini berarti sudah ada atau pembelinya sudah siap, atau sudah ada investor yang ingin masuk atau  ingin menguasai 6 BUMN ini. Sedangkan 2 BUMN lagi, satu disebut sebagai BUMN yang bergerak dalam industri agro, dan satu BUMN lagi, pihak kementerian  BUMN masih menyembunyikan nama BUMN tersebut,” ungkap Direktur CBA Uchok Sky Khadafi, Rabu (25/11/2015).

Tapi dari penelusuran dan kecurigaan CBA, lanjut Uchok, satu BUMN yang disembunyikan ini  yang saham akan dibeli adalah anak perusahaan Telkom, yaitu Mitratel. “Kendati Telkom telah memutuskan untuk menghentikan rencana tukar guling Mitratel dengan PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. (“Perseroan”), namun pihak TBIG masih masih terus berupaya merealisasi rencana tersebut,” paparnya.

Uchok menilai, ‘ngototnya’ PT. Tower Bersama Infrastructure Tbk. (‘Perseroan’) ingin ‘mencaplok’ mitratel disebabkan Rencana transaksi yang telah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan tanggal 22 Desember 2014 dan 27 Februari 2015.

Disamping itu, menurutnya, TBIG juga berpegang pada persetujuan Telkom untuk melakukan perpanjangan Tanggal Pemenuhan Syarat-Syarat Penutupan dari selambat-lambatnya tanggal 31 Desember 2014 hingga 6 (enam) bulan berikutnya, menjadi selambat-lambatnya 30 September 2015 hingga 6 (enam) bulan berikutnya. Dan TBIG juga hanya mau melanjutkan pinangan dengan Mitratel, sesuai dengan syarat serta ketentuan yang telah ditetapkan sebelum Telkom menghentikan rencana tukar guling.

Dari persoalan di atas, tegas Uchok, pihaknya meminta DPR RI untuk mewaspadai perusahaan TBIG yang tetap ngotot mau mengusai saham mitratel melalui cara  tukar guling. Dengan mengusai saham mitratel, maka Keuntungan besar yang bakal di dapat TBIG, menjadi alasan kuat untuk terus ngotot melanjutkan proses tersebut.

“Maklumlah TBIG sudah dapat pinjaman sebesar US$ 275 dari 10 Bank, dan kemungkinan tidak bisa mengembalikan dana pinjaman ini, kalau TBIG, gagal total mencaplok saham mitratel,” jelasnya pula. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.