Rabu, 1 Februari 23

CBA Catat Kominfo Lemah dalam Memungut Pajak

CBA Catat Kominfo Lemah dalam Memungut Pajak
* Uchok Sky Khadafi.

Jakarta, Obsessionnews – Center For Budget Analysis (CBA) mencatat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memiliki kelemahan dalam memungut pajak.

“Patut dicurigai ada kongkalingkong atau selalu bermain main atau tidak serius untuk menagih pajak perusahaan kepada negara di Kementerian Kominfo,” jelas Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi. Kamis (10/3/2016)

Hasil data audit BPK semester satu tahun 2015, CBA mengungkapkan terdapat Utang BHP (Biaya Hak Penggunaan) frekuensi Radio sebesar Rp.2.2 Triliun dengan denda sebesar Rp.549 milyar, belum masuk ke kas negara. Dan nama nama perusahaan antara lain:
1). PT. Bakrie telecom, Tbk, dgn BHP pokok sebesar Rp.856.1 milyar, dan denda sebesar Rp.422.6 milyar
2). PT.Smart telecom, Tbk dgn BHP pokok sebesar Rp.1.1 Triliun, dan denda sebesar Rp.12.3 juta
3). PT.Smartfren telecom, Tbk, dgn BHP sebesar Rp.4.1 milyar, dan dendan sebesar Rp.45.7 milyar
4). PT. Sampoerna Tel. Ind. Dengan BHP sebesar Rp.47.7 milyar.
5). PT.Hutchinsson 3 Ind. Dgn BHP sebesar Rp.14.8 milyar, dan denda sebesar Rp.4.4 milyar
6). PT.Indosat, Tbk dgn BHP sebesar Rp.20 milyar  dan denda sebesar Rp.12.6 milyar
7). PT. Berca Hardayaperkasa melakukan lelang BWA, dan ada denda sebesar Rp.6.5 milyar
8). PT.XL Axiata, Tbk dgn BHP sebesar Rp.3.5 milyar, dan denda sebesar Rp.3.3 milyar
9). PT. Telkomsel, Tbk dgn BHP sebesar Rp.1.9 milyar
10). PT.Jasnita Telekomindo dengan BHP sebesar Rp.1.5 milyar, dan denda sebesar Rp.284 juta
11). PT.Telkom Wireless B dengan BHP sebesar Rp.880 juta

“Untuk itu kami dari CBA agar juga menteri  Komunikasi dan Informatika, Rudiantara dicopot dari jabatannya, karena tidak becus dalam menagih pajak buat negara. Dengan pergantian ini diharap, kinerja untuk penagihan pajak bisa meningkat,”ungkap Uchok. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.