Sabtu, 13 Agustus 22

Cara Moh Salah Hapus Stigma Negatif Warga Inggris tentang Islam dan Arab

Cara Moh Salah Hapus Stigma Negatif Warga Inggris tentang Islam dan Arab
* Salah bersama istri dan anaknya saat rayakan kemenangan Liverpool di Anfiled pada 2019. (Getty/BBC)

Ternyata megabintang Liverpool  Mohamed Salah memiliki cara tersendiri  bagaimana menghapus stigma negatif warga Inggris tentang Islam dan orang Arab.

Moh Salah disebut telah menjadi “seorang panutan” yang mampu menghapus stigma negatif warga Inggris mengenai Islam dan orang Arab, kata dosen politik internasional dari Universitas Anglia Ruskin, Dr Solava Ibrahim.

Menurut dosen berdarah Mesir-Inggris itu, ada “persepsi dominan” mengenai Muslim yang berkaitan dengan “kekerasan, serangan teroris, atau penindasan terhadap perempuan”.

Solava Ibrahim mengatakan ada “momen yang luar biasa” ketika para penggemar Liverpool mulai bersorak bahwa Salah adalah “hadiah dari Allah” dan saat itu yang ramai di media sosial adalah tagar “kalau dia mencetak beberapa gol lagi, maka saya juga akan menjadi Muslim”.

“Itu tidak hanya menunjukkan penerimaan, tetapi juga posisi [Salah] sebagai panutan, tidak hanya bagi orang-orang Arab, Timur Tengah, dan Afrika, tetapi juga bagi anak-anak muda Inggris,” katanya.

Pada musim pertamanya setelah pindah dari AS Roma pada 2017, “si Raja Mesir” itu menjadi pencetak gol terbanyak di Liga Primer Inggris. Dia kemudian berkontribusi besar dalam keberhasilan Liverpool menjadi juara Liga Inggris dan juara Eropa.

Tetapi Salah kerap dipuji-puji atas kepribadian dan perilakunya di luar lapangan, yang telah mengubah persepsi terkait kesan elit pesepakbola sekaligus mendobrak batasan budaya.

Dia menyumbang untuk proyek pendidikan, perawatan kesehatan, dan hak-hak hewan, sehingga seorang mantan komentator sepak bola menyebut Salah “tidak pernah melupakan akarnya”.

Kebiasaannya bersujud setelah mencetak gol telah menggema secara global, bahkan di antara orang-orang yang bukan penggemar sepak bola.

Mohamed Salah menginspirasi lagu suporter berjudul “Saya juga akan menjadi seorang Muslim”.

Pada 2015, dua penggemar Liverpool yang salat di Stadion Anfield dihujat “memalukan” bagi seorang pengguna Twitter, yang memicu kritik luas.

Menurut Najib Al-Hakimi, seorang koordinator di Liverpool Arabic Centre, dia senang mendengar nyanyian “hadiah dari Allah” untuk Salah, “karena selama ini orang-orang memandang Muslim seolah mereka dungu dan teroris”.

“Tetapi dengan sikapnya, Salah mengubah itu semua,” kata Al-Hakimi.

Sejak saat itu, dia menyaksikan lebih banyak orang-orang dari komunitas Arab di kota itu berkunjung ke Anfield selama beberapa tahun terakhir.

“Sebagian besar anak-anak muda itu menggunakan jersey Salah dan memuji betapa hebatnya dia.”

Seorang penggemar Liverpool, Neil Atkinson, yang menulis untuk The Anfield Wrap juga menyadari bahwa ada “pergeseran” di Merseyside.

“Apabila orang-orang merasa bahwa keyakinan Muslim itu berbeda, maka tindakan Salah adalah penting,” kata dia.

“Setelah bersujud di lapangan, saya menyukai bagaimana Salah berbalik untuk merayakan gol dengan penonton dan juga merayakan dirinya sendiri, itu sangat baik.”

Pelatih Liverpool, Jurgen Klopp sebelumnya juga telah menceritakan bagaimana timnya menyesuaikan waktu agar Salah bisa menjalankan ritual keagamaan sebagai bagian dari persiapannya menuju pertandingan.

Kapten Liverpool, Jordan Henderson bahkan mengatakan bahwa tim memilih sampanye non-alkohol saat perayaan trofi.

“Di dalam ruang ganti tidak ada [intoleransi], jadi mengapa hal serupa tidak bisa terjadi di luar sana?”

Salah juga disambut bak pahlawan ketika dia berada di luar lapangan di area Liverpool.

Seorang anak-anak laki-laki yang sangat menggemari Salah bahkan menabrak tiang lampu jalan ketika dia berupaya mengejar pesepakbola itu pada 2019 lalu.

Hidung anak laki-laki bernama Lous Fowler patah, tetapi dia mengaku rasa sakitnya hilang seketika ketika Salah berbalik untuk mengecek keadaannya.

Menurut Dr Ibrahim, insiden itu telah menunjukkan “sisi kemanusiaan dan betapa membuminya” Salah.

“Dia jauh lebih terkenal dibandingkan banyak pemenang hadiah Nobel, tetapi dia tidak dipandang sebagai seseorang yang berada di tataran elit atau di atas awan, saya rasa itu lah mengapa pesan-pesannya dapat menyentuh,” kata dia.

Salah pernah mengatakan bagaimana perempuan “pantas mendapatkan lebih dari apa yang diberi [masyarakat] saat ini”.

Sejak itu dia muncul dalam video promosi Hari Perempuan bersama putri sulungnya, Makka. Dia juga pernah meminta istrinya, Magi, untuk menerima penghargaan sepatu mas atas nama dirinya pada tahun lalu.

“Lihat lah pesannya,” kata Dr Ibrahim.

“Ini bukan sekadar retorika dan tindakan, tapi ada kekuatan di situ. Dan itu terasa lembut dan nyata.” (BBC/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.