Kamis, 9 Desember 21

Cara Efektif Cegah Paru-paru Basah

Cara Efektif Cegah Paru-paru Basah
* Skema paru-paru. (MDGRPHCS/Shutterstock)

Tahukah Anda betapa banyaknya pengidap pneumonia (paru-paru basah) di dunia? Menurut catatan WHO, pneumonia menyumbang 15 persen dari semua kematian anak di bawah 5 tahun. Penyakit paru ini menewaskan 808.694 anak pada tahun 2017. Lalu, bagaimana dengan negara kita?

Pada 2016 lalu, Kementerian Kesehatan memprediksi sekitar 800.000 anak di Indonesia terserang penyakit paru ini. Sayangnya, pada 2018 prevalensi pneumonia naik dari 1,6 persen menjadi 2 persen.

Dengan kata lain, pneumonia bukanlah penyakit yang langka di Indonesia. Di negara kita, penyakit ini juga dikenal dengan istilah paru-paru basah. Infeksi yang memicu inflasi pada kantong-kantong udara itu, bisa terjadi di salah satu atau kedua paru-paru. Sekumpulan kantong-kantong udara kecil di ujung saluran pernapasan dalam paru-paru akan membengkak dan dipenuhi cairan.

Lantas apa penyebabnya? Beragam mulai dari virus, jamur, mikroplasma, dan bakteri. Untuk bakteri, atau bakteri Pneumonia, bakteri ini masuk ke dalam paru-paru lewat saluran pernapasan atau darah. Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri (bakteri Pneumonia) umumnya bersifat ringan. Akan tetapi, dalam beberapa kasus juga bisa menjadi fatal.

Berikut ini adalah c cara mencegah pneumonia atau paru-paru basah?

Pola Hidup Bersih sampai Vaksinasi
Meski penyakit ini terbilang bisa menyerang banyak orang, tetapi bukan berarti paru-paru basah enggak bisa dicegah. Nah, berikut beberapa cara mencegah pneumonia menurut ahli di National Institutes of Health – MedlinePlus

Sering-seringlah mencuci tangan. Terutama sebelum menyiapkan dan memakan makanan, setelah bersin (menggunakan tangan untuk menutupnya), dari kamar mandi, mengganti popok bayu, dan bersentuhan dengan orang yang sakit.

Jangan merokok. Tembakau merusak kemampuan paru-paru untuk melawan infeksi.

Perkuat sitem imun. Sistem kekebalan tubuh yang prima bisa mencegah terserang beberapa penyakit, temasuk paru-paru basah. Agar sistem imun tetap terjaga, cobalah berolahraga secara teratur, tidur yang cukup, dan konsumsi makanan yang sehat (kaya antioksidan).

Lindungi tubuh dengan vaksin. Vaksin dapat membantu mencegah beberapa jenis pneumonia. Pastikan untuk mendapatkan vaksin berikut:

– Vaksin flu dapat membantu mencegah pneumonia yang disebabkan oleh virus flu.

– Vaksin pneumokokus menurunkan kemungkinan terkena pneumonia dari Streptococcus pneumoniae.

– Vaksin lebih disarankan untuk lansia dan pengidap diabetes, asma, emfisema, HIV, kanker, atau orang dengan transplantasi organ.

Meski cara mencegah pnemonia sudah kita ketahui, tetapi tak ada salahnya untuk berkenalan gejalanya seperti diulas berikut ini.

 

Bergantung dari Penyebab dan Kondisi Seseorang
Gejala pneumonia amat bervariasi. Hal ini dipengaruhi berdasarkan tingkat keparahannya. Enggak cuma itu, keragaman gejala pneumonia juga dipengaruhi oleh jenis bakteri pemicu infeksi, usia, dan kondisi kesehatan pengidap. Namun, terdapat beberapa gejala yang umumnya dialami oleh pengidap paru-paru basah, yaitu:

  • Nyeri dada.
  • Sakit kepala.
  • Detak jantung menjadi cepat.
  • Mengigil.
  • Batuk.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri saat menarik napas atau batuk
  • Dahak berwarna kuning atau hijau (terkadang bisa berdarah).
  • Kesulitan bernapas.
  • Letih.
  • Mual dan muntah.

 

Ingat, meski kebanyakan penyakit pneumonia menyerang anak-anak atau balita, tetapi pneumonia juga bisa menyerang kelompok lainnya,

Nah, berikut kategori yang rentan terhadap penyakit ini.

  • Lansia di atas 65 tahun.
  • Pasien di rumah sakit, terutama mereka yang menggunakan ventilator.
  • Pengidap penyakit kronis, seperti asma atau penyakit paru obstruktif kronis.
  • Perokok aktif dan pasif.

Mereka yang mengidap sistem imun yang rendah. Misalnya, pengidap penyakit autoimun atau orang yang sedang menjalankan kemoterapi. (Halodoc/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.