Minggu, 5 Februari 23

Cara China Mencuri Rahasia Teknologi AS

Cara China Mencuri Rahasia Teknologi AS
* Pisau turbin GE di Perancis. (Getty Images/BBC)

Sebuah foto yang sekilas tampak tidak berbahaya akhirnya menjadi penyebab kejatuhan Zheng Xiaoqing, seorang mantan pegawai perusahaan konglomerat energi General Electric Power.

Seperti dilansir CNN, menurut dakwaan Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS), warga AS itu menyembunyikan dokumen-dokumen rahasia yang dicuri dari majikannya di dalam kode biner sebuah foto digital matahari terbit, yang kemudian dikirimkan Zheng melalui email kepada dirinya sendiri.

Ini adalah teknik yang disebut steganografi, cara menyembunyikan suatu fail data di dalam kode fail data yang lain. Zheng menggunakannya dalam beberapa kesempatan untuk mengambil dokumen-dokumen sensitif dari GE.

GE adalah konglomerat internasional yang terkenal dengan pekerjaannya di sektor kesehatan, energi, dan penerbangan, membuat berbagai produk mulai dari lemari es sampai mesin pesawat terbang.

Informasi yang dicuri Zheng terkait dengan desain dan manufaktur turbin gas dan uap, termasuk pisau turbin dan segel turbin. Informasi yang dianggap bernilai jutaan dolar itu ia kirim ke kaki-tangannya di China.

Pada akhirnya informasi tersebut akan menguntungkan pemerintah China, serta perusahaan dan universitas yang berbasis di China.

Zheng dihukum dua tahun penjara pada awal bulan ini. Kasusnya adalah yang terbaru dalam serangkaian kasus serupa yang digugat oleh otoritas AS.

Pada November lalu, warga negara China Xu Yanjun, disebut-sebut sebagai mata-mata profesional, dihukum 20 tahun penjara karena merencanakan pencurian rahasia dagang dari sejumlah perusahaan aviasi dan dirgantara – termasuk GE.

Ini adalah bagian dari perjuangan yang lebih luas, seiring China berusaha mendapatkan pengetahuan teknis untuk menggerakkan ekonominya dan upayanya menantang tatanan geopolitik, sementara AS berusaha keras mencegah kebangkitan satu pesaing serius untuk kekuatan Amerika.

Pencurian rahasia dagang menjadi hal yang menarik karena memungkinkan suatu negara untuk “melompat ke atas rantai nilai global secara relatif cepat – dan tanpa biaya, baik dalam hal waktu maupun uang, yang harus dikeluarkan bila sepenuhnya mengandalkan kemampuan negara asal,” kata Nick Marro dari Economist Intelligence Unit kepada BBC.

Juli lalu, direktur FBI Christopher Wray berkata di hadapan perkumpulan pemimpin bisnis dan akademisi di London bahwa China bertujuan “merampok” properti intelektual perusahaan-perusahaan Barat supaya bisa mempercepat perkembangan industrinya sendiri dan akhirnya mendominasi industri-industri kunci.

Dia memperingatkan bahwa China memata-matai perusahaan di mana-mana “dari kota besar sampai kota kecil – dari perusahaan Fortune 100 sampai perusahaan perintis, mereka yang berfokus pada berbagai hal mulai dari aviasi, hingga AI, hingga farmasi”.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China saat itu, Zhao Lijian, mengatakan Wray “menjelek-jelekkan China” dan menganut “mentalitas Perang Dingin”. (Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.