Rabu, 29 Juni 22

Cara Bijak Kelola THR Agar Tak Mudah Bangkrut

Cara Bijak Kelola THR Agar Tak Mudah Bangkrut
* Ilustrasi laporan keuangan. (Foto: Kontan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Mendekati masa akhir di bulan suci Ramadhan, tak terasa kebutuhan semakin tambah banyak. Moment kehadiran uang Tunjangan Hari Raya (THR) pun selalu ditunggu-tunggu. Namun terkadang besaran THR tak sesuai dengan kebutuhan.

Bicara soal THR rupanya memang tak seindah yang dibayangkan. Jika tak pandai mengatur THR bisa diibaratkan dua mata pisau yang tajam, karena bisa jadi kondisi keuangan akan habis sebelum masa akhir liburan lebaran.

 

Baca juga:

THR PNS Cair

Anggaran THR PNS Tahun Ini Capai Rp20 Triliun

Tidak Ada Nuansa Politis Pemberian THR

 

Yeni Ermawati (30) salah satu yang pernah merasakan pengalaman buruk mengelola THR. Alih-alih membayangkan nominal 2 kali gaji ada di rekeningnya, dalam waktu 5 hari setelah di transfer nyatanya nominal itu tak juga cukup untuk memenuhi kebutuhannya di Hari Raya.

“Sebelum THR turun tuh, aku udah belanja ini itu, pesan kue-kue, beli baju via online, sampai gadget yang harusnya enggak perlu dibeli pun jadi tergiur, kebeli juga. Sampai sadarnya belakangan,” ujar Yeni, warga yang setiap hari bekerja di sebuah perusahan leasing motor di Jakarta, Selasa (28/5/2019).

Banyaknya kebutuhan lebaran yang bisa dibelanjakan kadangkala membuat orang tak terkontrol. Belum lagi jika ditambah biaya mudik rasanya cukup berat jika hanya mengandalkan uang THR. Mereka yang gagal mengelola THR justru malah bikin ‘bangkrut’ hingga tak ayal membuat orang jadi berhutang.

Pakar Manajemen, Kepala Program Studi Manajemen Unika Atma Jaya Christiana Fara Dharmastuti mengatakan bahwa THR merupakan penghasilan tahunan yang tidak rutin, sehingga sangat menyenangkan mendapatkan tambahan ekstra dari pendapatan rutin tersebut.

“Biasanya THR ini akan diperoleh dari perusahaan tempat bekerja secara cuma-cuma dalam jumlah yang cukup besar. Banyak orang yang menggunakan THR untuk keperluan menjelang lebaran. Akan tetapi, tidak semua orang bisa menggunakan THR dengan bijak,” ujar Atma melalui keterangan tertulisnya.

Banyak di antara mereka yang berfoya-foya dan boros menggunakan uang THR. Hingga membuat uang tersebut habis sebelum hari raya tiba. Padahal sebenarnya kita harus hemat dan lebih bijak dalam menggunakanya.

“Apalagi Lebaran tahun ini berdekatan dengan masa libur kenaikan dan masa pendaftaran sekolah. Agar THR benar-benar dapat bermanfaat dengan optimal, maka pengelolaan keuangan THR menjadi sangat penting.”

Alokasi buat apa saja sih THR itu?

Seperti namanya Tunjangan Hari Raya artinya THR dimaksudkan untuk menunjang pengeluaran domestik rumah tangga saat hari raya. THR ini bersifat satu tahun sekali yang diterima setiap karyawan.

Konsultan Keuangan dari Zap Finance Prita Ghozie menuturkan bahwa jumlah THR yang diterima biasanya bervariasi. Namun karena berbarengan dengan gaji bulanan, seakan-akan yang diterima terkesan besar. Padahal jika disandingkan dengan kebutuhan, THR justru bersifat seperti air yang mengalir entah ke mana. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.