Rabu, 8 Februari 23

Capai Rp265 Juta Lebih, Donasi Untuk Saeni Resmi Ditutup

Capai Rp265 Juta Lebih, Donasi Untuk Saeni Resmi Ditutup
* Saeni, penjual makanan yang menjadi korban razia Satpol PP Serang.

Jakarta, Obsessionnews – Seorang penjual nasi, Saeni, pemilik warung tegal di Jalan Cikepuh, Kota Serang, yang menjadi korban razia Satpol PP di Serang, Banten, pada Rabu (8/6/2016) lalu, meraih banyak simpati dari berbagai kalangan.

Salah satunya datang dari seorang netizen bernama Dwika Putra yang menggagas penggalangan donasi untuk Saeni lewat akun Twitter @dwikaputra.

Tepat pukul 12.00 WIB pada hari ini, Minggu (12/6/2016), penggalangan donasi tersebut telah ditutup. Total donasi untuk Saeni mencapai Rp265 juta lebih.

“Harap sebarkan: periode donasi telah berakhir. Harap tidak melakukan transfer ke rekening donasi. Terima kasih,” cuit Dwika, Minggu (12/6/2016).

Donasi Saeni OK

Dwika mengapresiasi respons para donatur. Ia menuturkan tidak ada yang bisa mengira kurang dari 36 jam, donasi untuk Ibu Eni mencapai angka sedemikian besar. Bagi Dwika, donasi ini murni terkait kemanusiaan, bukan politik, agama, atau apapun.

Donasi tersebut terkumpul dari total 2.427 donatur. Dwika menjanjikan akan tetap transparan soal penyerahan donasi kepada yang berhak. Dwika menggandeng dua lembaga khusus terkait teknis penyaluran dan pertanggungjawaban donasi, yakni, Aksi Cepat Tanggap dan KitaBisa.com.

“Semua update mengenai data donasi (angka, jumlah transaksi,dll) dapat ditemui di KitaBisa.com/bueni,” ungkap dia.

Seperti yang ramai diberitakan, Satpol PP Kota Serang menyita dagangan seorang ibu yang diketahui bernama Saeni, penjual makanan yang berjualan di siang hari saat bulan puasa. Saat dirazia, Saeni menangis sambil memohon pada aparat agar dagangannya tidak diangkut.

Razia yang terkesan arogan itu langsung mendapat reaksi negatif dari netizen. Bahkan, sejumlah netizen berinisiatif menggalang dana untuk Saeni agar ia dapat kembali berjualan. (Fath @imam_fath)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.