Rabu, 13 November 19

Cantik, Wartawati Muslim AS Disebut Artis

Cantik, Wartawati Muslim AS Disebut Artis

Wartawati muslim Amerika Serikat (AS) Noor Tagouri ditulis sebagai artis Pakistan yang dimuat di Majalah Vogue edisi Februari. Karenanya, Vogue meminta maaf karena salah mengidentifikasi wartawan perempuan cantik tersebut.

Akibatnya, perempuan 24 tahun itu mengatakan dirinya “patah hati dan hancur hati” setelah menemukan nama Noor Bukhari dicetak di sebelah fotonya.

Tagouri mengungkapkan “kesalahan representasi dan identifikasi” adalah masalah konstan bagi para Muslim di AS. Dia kemudian mendapatkan dukungan luas di media sosial akibat menyuarakan hal itu.

Di Instagram, jurnalis dan aktivis tersebut membagikan sebuah video yang diambil oleh suaminya saat ia membuka majalah itu untuk pertama kalinya.

Awalnya, ada kesenangan. “Keren sekali! Saya sangat senang.” Kemudian, ketika dia menyadari ada kesalahan, dia berkata: “Tunggu, tunggu”. Dia nampak tak percaya, menutup majalah dan berkata, “Apakah ini bercanda?”

Di media sosialnya, Tagouri mengatakan bahwa muncul di majalah itu adalah salah satu mimpinya dan bahwa dia “tidak pernah sama sekali” mengharapkan ini dari majalah yang dia “Sangat” hormati.

“Saya telah berulang kali salah diwakili dan diidentifikasi dalam pemberitaan media – sampai pada titik itu membahayakan hidup saya,” ucap Noor Tagouri seperti dilansir BBC News Indonesia, Sabtu (19/1/2019)..

“Dan meski saya berusaha kuat melawan ini, ada saat-saat seperti ini di mana saya merasa kalah,” tambahnya.

Tahun lalu, foto-fotonya digunakan untuk mengilustrasikan cerita tentang Noor Salman, istri pria bersenjata yang bertanggung jawab atas penembakan massal di klub malam Pulse di Orlando, Florida, seperti dilaporkan CNN.

Tagouri pernah berbicara di Tedtalk dan berbagai kampanye dan pada tahun 2016 menjadi Muslim pertama yang muncul di majalah Playboy mengenakan jilbab.

Vogue mengatakan majalah itu “dengan tulus minta maaf atas kesalahan tersebut”.

“Kami sangat senang mendapatkan kesempatan untuk memotret Tagouri dan menyoroti pekerjaan penting yang dia lakukan, dan salah mengidentifikasinya adalah langkah salah yang menyakitkan,” kata majalah itu.

“Kami juga memahami bahwa ada masalah kesalahan identifikasi yang lebih besar di media – terutama di antara subjek yang bukan kulit putih. Kami akan berusaha untuk lebih bijaksana dan berhati-hati dalam pekerjaan kami ke depan, dan kami meminta maaf atas segala rasa malu yang dirasakan Tagouri dan Bukhari akibat ini.”

Tetapi sebagian di media sosial mengkritik permintaan maaf Vogue, sambil menunjuk pada penggunaan frasa “subjek yang tidak berkulit putih” untuk merujuk pada orang kulit berwarna.

Berbicara kepada CNN, Tagouri berkata: “Saya sangat bersyukur dan rendah hati dengan dukungan dan percakapan yang dimulai akibat ini.”

“Ini bukan tentang saya yang salah diidentifikasi dan diwakili – ini tentang semua orang yang terpinggirkan yang tidak dianggap dan tidak benar-benar terlihat.”

View this post on Instagram

I’m SO heartbroken and devastated. Like my heart actually hurts. I’ve been waiting to make this announcement for MONTHS. One of my DREAMS of being featured in American @VogueMagazine came true!! We finally found the issue in JFK airport. I hadn’t seen the photo or the text. Adam wanted to film my reaction to seeing this for the first time. But, as you can see in the video, I was misidentified as a Pakistani actress named Noor Bukhari. My name is Noor Tagouri, I’m a journalist, activist, and speaker. I have been misrepresented and misidentified MULTIPLE times in media publications – to the point of putting my life in danger. I never, EVER expected this from a publication I respect SO much and have read since I was a child. Misrepresentation and misidentification is a constant problem if you are Muslim in America. And as much as I work to fight this, there are moments like this where I feel defeated.

A post shared by Noor Tagouri نور التاجوري (@noor) on

Sholat Sebelum Tampil di Playboy
Wartawan Muslim AS, Noor Tagouri, yang tampil sebagai perempuan berjilbab pertama di majalah Playboy edisi terbaru mengatakan dirinya melaksanakan sholat dulu sebelum mengambil keputusan tampil di majalah itu untuk “menyampaikan pesan kepada audiens baru” tentang perempuan Muslim.

Sebelumnya, Noor tampil dalam edisi Renegades bulan Oktober 2016 dengan mengenakan jaket kulit, celana jeans dan sepatu olahraga.

Perempuan yang bekerja di jaringan video berita Amerika, Newsy, itu mengatakan tujuannya antara lain menentang anggapan bahwa perempuan Muslim bersikap “selalu menerima” atau “tertekan” karena memakai jilbab.

“Playboy mengontak saya untuk wawancara dengan cara yang sama seperti jaringan OWN, Washington Post dan Marie Claire. Bukan saya yang memilih media untuk mewawancara,” tulis Noor kepada BBC Indonesia.

“Setelah sembayang, melakukan riset dan berdiskusi dengan keluarga saya, saya yakin bahwa khalayak baru perlu untuk mendengar pesan (dari perempuan Muslim) sebanyak yang mereka dapat dari yang lain,” tambah Noor.

Kecaman di media sosial
Tampilnya Noor di Majalah Playboy ini banyak dikecam di akun Instagramnya sendiri, dan juga melalui Facebook BBC Indonesia.

Akun atas nama Bima X Garuda misalnya menulis, “Tidak ada apresiasi untuk orang seperti ini, sudah jelas salah tempat, menimbulkan fitnah bukan seni!” sementara Masaiu Alisa menulis, “Tanda-tanda kiamat terlihat jelas, muncul orang-orang yang terlihat Islam, tapi sebenarnya tidak Islami. Tuh lihat aja posenya.”

Akun lain, Mukhsin Thamrinn mengatakan, “Ini apanya yang harus di apresiasi? Lu muncul dengan jilbab lu di majalah dewasa bakal menimbulkan paradigma baru dari sudut pandang berbeda dari orang lain yang tak pernah membayangkan,” dan Yogie Aminudin yang menulis, “Kasian ini cewek diperdaya setan.”

Namun Berthania Matulessy -juga melalui Facebook BBC Indonesia- menulis, “Terasa aneh untuk seorang wanita berhijab tampil jadi cover majalah dewasa tetapi ini juga jadi pembuktian bahwa wanita berjilbab bisa merubah pandangan negatif menjadi seni yang berbeda.”

Apa tanggapan Noor Tagouri sendiri terkait sejumlah kritikan ini?

“Saya rasa banyak orang tidak tahu fakta bahwa Playboy tidak lagi menerbitkan gambar-gambar telanjang dan banyak bahkan yang tidak membaca wawancara itu sendiri. Saya menyampaikan pesan yang sama seperti di tempat lain.”

“Saya ingin menyampaikan pesan kepada khalayak baru yang bila tidak saya lakukan tidak akan pernah mendengar cerita tentang perempuan Muslim Amerika. Ini platform baru yang bagus, dan saya senang dengan gagasan dalam seri Renegades ini.”

“Saya juga membicarakan upaya memerangi pandangan yang mengangkat wanita sebagai objek dan kembali mengambil kekuatan… dan salah satu langkahnya dengan publikasi ini,” tegas Noor.

Perempuan Amerika keturunan Arab berusia 22 tahun ini mengatakan tujuan lainnya adalah menjadi presenter berita pertama yang mengenakan jilbab di stasiun TV komersial Amerika. (*/Red)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.