Minggu, 17 Oktober 21

Cajon Ala Ryan, Produk Lokal Selera Global

Cajon Ala Ryan, Produk Lokal Selera Global

Jakarta, Obsessionnews – Berbekal hobi, Ryan Ade Pratama (26) sukses menjalankan bisnis yang sangat menguntungkan sekaligus membuka lapangan kerja bagi orang-orang di sekitarnya. Ditambah bantuan dana dari PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), kini bisnis Ryan semakin maju.

Kisah kesuksesan Ryan Ade Pratama atau yang akrab disapa Ryan bermula di tahun 2010. Alkisah, Ryan yang merupakan seorang drummer tertarik dengan sebuah alat musik, Cajon.

Cajon (dibaca kahon) adalah sebuah alat musik instrumen perkusi dari Peru yang berbentuk kotak dan berbahan dasar kayu. Cara memainkan alat musik ini adalah dengan duduk di atasnya dan menepukkan tangan ke depan permukaan alat tersebut. Setiap bagian permukaan memiliki bunyi yang berbeda-beda sehingga cocok dimainkan untuk mengiringi musik instrumen akustik.

Ryan - BRI OK

Saat itu, Cajon belum banyak dijual. Sekalipun ada, harganya pun relatif mahal. Ryan yang pada saat itu masih berstatus mahasiswa memberanikan diri untuk membuatnya sendiri secara otodidak.

Berbekal sedikit keterampilan dan informasi dari internet, Ryan mencoba untuk membuat Cajon-nya sendiri. Ternyata hasilnya cukup memuaskan, banyak rekan-rekan Ryan sesama musisi tertarik dan memesan Cajon kepadanya. Atas hasil respon yang baik tersebut maka Ryan memutuskan untuk memulai usahanya.

Melihat pasar yang menjanjikan, pada tahun 2011 Ryan membuat brand KONING untuk Cajon-nya yang dijual melalui media online seperti forum Kaskus dan juga ke komunitas-komunitas musik. Pada tahun 2012 setelah lulus kuliah dari Fakultas Sastra Belanda UI, Ryan mencoba bekerja formal.

Namun pekerjaan ini menyita waktu serta fokusnya dalam memproduksi dan mengawasi usahanya. Oleh karenanya pekerjaan tersebut hanya bertahan selama 3 bulan, dan Ryan memutuskan untuk resign untuk fokus menekuni bisnisnya. Dengan modal awal Rp2 juta, yang terdiri dari Rp1,5 juta untuk membeli mesin dan Rp500 ribu untuk modal kerja Ryan mulai mengembangkan bisnisnya dibantu seorang karyawan untuk membantu produksi Cajon.

Seiring dengan meningkatnya jumlah pesanan yang harus dipenuhi, maka pada awal tahun 2014 Ryan mendapatkan Pinjaman Kemitraan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebesar Rp50 juta sebagai tambahan modal kerja. Dana hasil pinjaman tersebut kemudian digunakannya untuk menambah produksi serta memperluas pemasaran KONING ke toko-toko alat musik.

KONING yang dalam bahasa Belanda artinya Raja, menawarkan 3 varian Cajon, yaitu Wilhelmus, Van Peru dan Beatrix dengan harga berkisar antara Rp800 ribu sampai dengan Rp1,2 juta. Ketiga jenis varian ini dibedakan dari jenis material yang digunakan. Ada yang menggunakan kayu sungkai, kayu white ash, kayu lapis Cina, ataupun kayu lapis Indonesia.

Saat ini penggunaan Cajon tidak terbatas pada pemusik profesional saja, sehingga persaingan di bisnis alat musik ini menjadi semakin ketat. Meski demikian, Ryan tetap menjaga kualitas produknya, yang terbukti digunakannya KONING oleh beberapa grup musik band tanah air seperti Seventeen dan Hijau Daun dalam setiap penampilannya, sehingga meningkatkan brand image produk ini.

Berkat keuletannya juga Ryan berhasil menjadi juara 1 dalam kompetisi wirausaha tingkat nasional yang diadakan oleh sebuah perusahaan swasta nasional di tahun 2014.

Usaha yang Ryan lakukan tidak hanya memberikan manfaat baginya, dengan semangat entrepreunership Ryan telah membuka lapangan pekerjaan bagi rekan-rekannya.

Saat ini Ryan dibantu 4 orang karyawan yang terdiri dari 2 orang di bagian produksi, 1 orang sebagai sosial media officer, dan 1 orang kurir. Ryan mampu memproduksi 100-120 buah Cajon per bulannya untuk memenuhi pesanan dari 25 toko alat musik yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, Solo, Surabaya, Lampung, Medan dan di toko online Bhinneka serta Lazada.

Ke depan Ryan berharap ingin terus dapat bersinergi dengan BRI untuk mengembangkan usahanya lebih besar lagi serta memperluas jaringan pemasarannya melalui kegiatan promosi seperti pameran ataupun business coaching. Ryan berkeinginan agar suatu saat KONING dapat merambah pasar luar negeri sehingga bisnisnya dapat semakin maju dan berkembang. (Fath/BRI Peduli)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.