Selasa, 4 Oktober 22

Cabut Gugatan Praperadilan Rio Capella Siap Hadapi Dakwaan KPK

Cabut Gugatan Praperadilan Rio Capella Siap Hadapi Dakwaan KPK

Jakarta, Obsessionnews – Tim pengacara mantan Sekjen Nasdem Patrice Rio Capella memutuskan tidak melanjutkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, setelah mengetahui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melimpahkan berkas Rio ke tahap penuntutan.

“Setelah konsultasi dengan klien, kami simpulkan tak bisa lanjutkan persidangan karena pasti akan digugurkan oleh persidangan,” ujar pengacara Rio, Maqdir Ismail di PN Jaksel, Jumat (30/10/2015).

Maqdir mengemukakan bahwa pihaknya mau tidak mau harus siap menghadapi sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor yang kemungkinan tidak lama lagi akan di gelar. Meski ia merasa kecewa dengan KPK yang dinilai sengaja mengulur-ngulur waktu hingga berkas kliennya dinyatakan P21.

“Itu artinya bisa minggu depan kemungkinan persidangan perkara pokok. Kalau ada itu, maka sesuai dengan UU maka praperadilan ini akan gugur. Sekali lagi, bahwa seharusnya KPK tak lakukan cara cara penegakan hukum ini,” terang dia.

Patrice ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menerima gratifikasi terkait proses penanganan perkara bantuan daerah, tunggakan dana bagi hasil, dan penyertaan modal sejumlah Badan Usaha Milik Daerah di Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kasus ini, Patrice telah diperiksa sebagai saksi bagi Gubernur nonaktif Gatot Pujo Nugroho dan istrinya, Evy Susanti yang juga menjadi tersangka dalam kasus ini. Patrice melalui pengacaranya, Maqdir Ismail, mengaku nominal yang diberikan kepadanya sebesar Rp 200 juta. Namun, Patrice mengaku sudah mengembalikannya.

Seusai diperiksa sebagai saksi, Patrice mengaku tidak menjanjikan apa pun kepada Gatot. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Gatot dan Evy memberi sejumlah uang kepada Patrice melalui perantara teman kuliah politisi Partai Nasdem itu. Pemberian tersebut dilakukan agar Patrice membantu “mengamankan” kasus bansos yang ditangani Kejagung karena nama Gatot tercantum sebagai calon tersangka perkara tersebut.

Uang tersebut memang telah dikembalikan kepada KPK, namun setelah nama Patrice mencuat dalam pusaran kasus korupsi Gatot dan Evy. Uang sebesar Rp 200 juta itu dikembalikan oleh pihak perantara atas perintah Patrice.

Atas perbuatannya, Patrice dijerat Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.