Kamis, 6 Oktober 22

Cabjari Pelabuhan Semarang Lamban Urus Kasus Kokrosono

Cabjari Pelabuhan Semarang Lamban Urus Kasus Kokrosono

Semarang, Obsessionnews – Ketegasan aparat hukum Kejaksaan kembali diuji. Tak hanya Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah saja, lembaga di bawahnya yakni Cabang Kejaksaan Negeri Semarang (Cabjari) Pelabuhan juga mengalami hal yang sama.

Dugaan korupsi proyek Peningkatan ruas Jalan Kokrosono stahun 2012 senilai sekitar Rp 2,3 miliar yang sudah hampir 2 tahun ditangani Cabjari Pelabuhan masih mangkrak. Padahal dua pejabat berinisial (J) Direktur CV Bintang Sembilan, selaku rekanan dan Sirianu (SR), salah satu Kabid di Dinas Bina Marga Kota Semarang, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Cabjari Pelabuhan Semarang, Riadi Bayu Kristianto mengaku, kasus yang ditanganinya masih dalam proses dan berjalan dengan lancar.

“Masih dalam proses, semua masih berjalan. Kami tidak ada kendala,” kata Riadi Bayu saat dihubungi awak media, Senin (28/9/2015).

Terkait kemungkinan keluarnya surat perintah penghenian penyidikan (SP3), Riadi menjawab, SP3 belum bisa dipastikan karena semua sudah diproses dan tersangka sudah diperiksa.

“SP3 belum tahu, semua masih proses. Kalau tersangka sudah diperiksa, tapi penahanan tersangka masih dikaji dan belum dilakukan,” ujarnya1.

Pihaknya mengaku, belum lama ini melakukan konsultasi lisan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jateng terkait audit kerugian negara.

“Kami sudah konsultasi ke BPKP mengenai audit kerugian negara, semua masih proses,”ujarnya.

Terpisah, Ketua Dewan Pembina Komunitas Pemerhati Korupsi (KOMPAK) Jawa Tengah, Joko Susanto menilai kinerja penyidik Cabjari Pelabuhan Semarang terbilang lamban dan patut diragukan.

“Bukan hanya itu kejaksaan sepertinya tebang pilih dalam menangani perkara. Cabjari sama seperti Kejati 2 tersangka terkesan lamban dalam memberi kepastian hukum terhadap para tersangka,”kata Joko di sela waktu.

Joko heran dan menduga ada ‘permainan’ penanganan kasus yang ditangani penyidik Cabjari tersebut. “Jangan buat publik bingung. Berikan kepastian atas penyidikannya. Apalagi tersangka belum ditahan. Ini juga berlaku untuk Kejati Jateng,” tandasnya.

Seperti diketahui, penyelidikan kasus dugaan korupsi proyek Jalan Kokrosono dimulai Maret sejak 2013 lalu. Penyidik menemukan sejumlah kejanggalan dan dugaan penyimpangan atas pekerjaan proyek. Diduga, terjadi kelebihan bayar yang diberikan dalam pengadaan barang. Sementara untuk tersangka J ditetapkan pada Juni 2013 dan SR pada 18 Agustus 2014. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.