Senin, 26 September 22

Buya Syafii: Puisi Neno Biadab

Buya Syafii: Puisi Neno Biadab
* Buya Syafii Maarif. (Foto: Geonews)

Yogyakarta, Obsessionnews.com -Cendekiawan muslim yang juga mantan Ketum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, menilai doa puisi yang dibacakan Neno Warisman di Munajat 212 sebagai bentuk kebiadaban. Sebab, Neno tak mengerti agama namun bicara agama.

“Itu puisi, itu kan sudah saya (jelaskan). Saya kemarin di Jakarta bicara ini puisi biadab. Biadab itu bahasa Persia, Bi itu artinya tidak, adab itu tata krama,” ujar Buya Syafii usai menghadiri bedah buku karyanya berjudul Krisis Arab dan Masa Depan Dunia Islam’ di Gedung Pascasarjana UMY, Jumat (1/3/2019).

Buya Syafii mengatakan, doa yang dipanjatkan Neno Warisman dengan membawa nama Tuhan untuk urusan politik tidaklah tepat. Disitulah letak kebiadaban Neno karena tak paham agama.

“Ini dia membuat (membawa nama) Tuhan dalam Pemilu, itukan biadab, dan dia nggak ngerti agama. Neno itu nggak paham agama,” tegasnya.

Dijelaskannya, muslimah yang berjilbab belum tentu paham persoalan agama. Hal ini juga berlaku untuk Neno Warisman. “Hanya pakai jilbab itu sebagai simbol (beragama), bukan jaminan dia mengerti agama,” tuturnya.

Doa yang dipanjatkan Neno Warisman di Munajat 212 memang menuai kontroversi. Konteks doa yang dipanjatkan Neno di acara tersebut dinilai keliru. Karena memandang Pilpers sebagai Perang Badar.

“Iya, betul. Itu doa Perang Badar. Itukan tentara Islam hanya 300, tentara Quraisy ada 1.000, itu kan… dan menang yang minoritas itu karena kualitasnya,” jelasnya.

“Di samping itu Nabi (Muhammad) berdoa waktu itu ya. Kalau nanti kami kalah ya Allah, maka mungkin tidak ada lagi orang yang menyembahmu,” sambungnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.