Jumat, 26 April 19

Buwas, Bulog dan Tantangan Melawan Kartel

Buwas, Bulog dan Tantangan Melawan Kartel
* Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengangkat Komisaris Jenderal (Purn) Budi Waseso menjadi Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog. Pria yang akrab disapa Buwas itu dipilih untuk menggantikan Djarot Kusumayakti.

Penunjukan Buwas sebagai Dirut Bulog ini sebagai bentuk penyegaran dalam manajemen perusahaan. Hal itu agar Bulog dapat menjalankan perannya dalam menjaga stabilisasi harga pangan, serta bahan pokok lainnya di luar beras dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

“Pemerintah terus mendorong agar Perum Bulog sebagai perusahaan yang mengemban tugas dari pemerintah dapat menjalankan perannya,” kata Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro di Jakarta, Jumat (27/4/2018).

Wahyu juga menegaskan, pemerintah juga terus mendorong kestabilan harga pangan dan kebutuhan pokok lainnya menjelang lebaran tahun 2018.

“Oleh karena itu, pergantian direksi baru dalam manajemen Perum Bulog diharapkan mampu mendorong upaya pemerintah dalam stabilisasi harga dan penyediaan kebutuhan pangan bagi masyarakat terutama dalam hari-hari besar keagamaan,” tuturnya.

Sementara itu Buwas mengatakan, masih perlu mendalami peran dan fungsi Bulog sehingga bisa melaksanakan tugasnya dan mencapai tujuan yang diamanatkan oleh Kementerian BUMN kepadanya. Jenderal bintang tiga itu mengaku baru mengetahui kabarnya diangkat menjadi Dirut tak lama sebelum ini.

“Saya baru tahu tadi mendadak menerima SK. Pada prinsipnya kita mendapatkan amanah harus bekerja sebaik mungkin. Saya terdidik kan abdi negara ini amanah, ini ibadah saya,” katanya.

Dia bilang tugasnya sekarang cukup berbeda. Jika pada masa lalu tugas yang dia jalani demi kepentingan generasi bangsa, maka yang sekarang untuk kepentingan perut masyarakat. 

“Ini tantangannya berat. Mudah-mudahan pangan ini stabil, tidak ada yang memainkan pangan, karena ini kepentingan orang banyak,” tegasnya.

Buwas mengatakan dirinya bakal berupaya untuk bisa menjaga kesediaan barang dan menstabilkan harga pangan, khususnya beras. Dia pun agar jangan ada pihak yang berani untuk memainkan harga beras.

“Soal itu pasti, karena begini beras ini masalah perut, ini suatu kebutuhan masyarakat secara menyeluruh, dalam agama dosa besar, mudah-mudahan tidak ada,” katanya.

Buwas juga menegaskan untuk tak segan menyingkirkan pihak-pihak yang berani untuk memainkan harga beras.

“Kalau seandainya ada (yang memainkan beras) itu tugas saya, harus ditertibkan. Kalau tidak tertib mana sampai. Kita bersihkan, kalau perlu disingkirkan, disingkirkan,” katanya.

Anggota Komisi VI DPR, yang bermitra dengan Bulog, Inas Nasrullah Zubir, berharap Buwas bisa ‘segarang’ saat menjadi Kepala BNN ketika memimpin Bulog. Inas meminta Buwas tegas dalam menjabat. Jika harus melawan kartel, Buwas diminta berperang saja.

“Dalam menstabilkan harga-harga ini, tentu Bulog akan bersinggungan dengan para kartel, bagaimana kartel-kartel itu. Nah, harus mampu Buwas, harus mampu tegas terhadap kartel-kartel itu,” katanya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.