Kamis, 16 September 21

Busyro: Pansus Datangi Napi Korupsi Tidak Punya Nalar

Busyro: Pansus Datangi Napi Korupsi Tidak Punya Nalar
* Mantan Pimpinan KPK Busyro Muqoddas.

Jakarta, Obsessionnews.com – Pansus hak angket KPK mengadakan audiensi dengan 403 narapidana korupsi di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/7/2017). Rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Pansus Agun Gunanjar.

Menanggapi hal itu, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas menilai kunjungan itu hanya sebatas sandiwara atau lelucon yang sengaja dibuat-buat. Dan sama sekali tidak bisa dibenarkan di luar nalar hukum. Sebab, status mereka sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Tidak ada nalar hukumnya, mengapa? Karena yang nanya, napi itu sudah berstatus terbukti secara sah dan meyakinkan secara hukum, bahkan statusnya sudah berkekuatan hukum tetap, inkracht melakukan tindak pidana korupsi. Kalau sudah terbukti, terus yang mau diwawancara apanya?” ujarnya di KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Busyro melihat cara kinerja Pansus banyak yang menyimpang dari aturan hukum. Ia bingung apa yang akan digali Pansus terhadap para napi.

“Apakah mengharapkan sesuatu yang berbeda dari yang diputuskan hakim itu? Kalau itu yang diharapkan berarti pansus ini kan tidak jelas arahnya, apa yang mau ditarget dengan menemui napi-napi itu?” ungkapnya.

Menurut Busyro masih banyak urusan lain yang bisa dikerjakan dibanding harus ke lapas. Misalnya dengan ikut memberikan contoh masyarakat yang baik tentang pencegahan korupsi. DPR sendiri disebut sebagai lahannya orang korupsi meski tidak semua.

“Masyarakat itu harusnya oleh DPR dan pansus diposisikan untuk diberikan sikap-sikap yang lebih mengangkat derajat masyarakat itu agar terbebas dari korupsi politik, yang dari mana sumber korupsi politik itu berasal dari kelakuan anggota DPR itu sendiri, maupun daerah. Meskipun tidak semuanya, meskipun hanya sebagian saja,” kritiknya. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.