Jumat, 7 Oktober 22

Buruknya Data Tenaga Kerja AS dan Rencana Turun Harga BBM Kuatkan Rupiah

Buruknya Data Tenaga Kerja AS dan Rencana Turun Harga BBM Kuatkan Rupiah

Jakarta, Obsessionnews – Pemerintah berencana menurunkan harga jual eceran serta suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Atas wacana tersebut, mata uang rupiah pun mengalami penguatan sejak akhir pekan lalu dan diperkirakan mampu bertahan pada perdagangan hari ini, Senin (5/10).

Namun, buruknya data ketenagakerjaan Amerika Serikat lebih punya andil terhadap penguatan nilai tukar rupiah.

Di pasar spot, pada perdagangan Jumat (2/10) pekan lalu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 0,31% ketimbang sehari sebelumnya ke level Rp 14.645 per dolar AS. Sementara BI, mengumumkan kurs tengah berada di posisi Rp 14.709 per dolar AS atau melemah 0,38%.

Menurut para analis, intervensi yang dilakukan BI mampu pertahankan posisi rupiah di pasar global. Selanjutnya, data non-farm payroll juga bakal memicu penguatan rupiah pada perdagangan Senin (5/10).

Memang, data ketenagakerjaan AS menunjukkan indikasi solidnya ekonomi AS. Kalau memburuk, akibatnya kepercayaan pasar menipis hingga indeks dolar AS turut melemah.

Data non-farm payroll September 2015 yang diumumkan Jumat pekan lalu, menunjukkan penurunan dari prediksi awal sebanyak 201 ribu menjadi 142 ribu. Upah tenaga kerja juga turun dari 0,4% menjadi 0,0%.

Kalau pemerintah beserta PT Pertamina nantinya benar-benar mengumumkan penurunan harga jual eceran bahan bakar minyak (BBM), bisa pula menjadi pendokrak nilai tukar rupiah. (Mahbub Junaidi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.