Minggu, 24 Oktober 21

Buruh Pabrik Mercon Tangerang Dipaksa Bikin 1.000 Pak Perhari

Buruh Pabrik Mercon Tangerang Dipaksa Bikin 1.000 Pak Perhari
* Komisioner Komnas HAM Siane Indrian.

Komnas HAM: Banyak korban anak-anak dan perempuan di Pabrik Mercon Tangerang. Ini tragedi perburuhan terburuk di abad ini. (Siane)

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyesalkan kejadian terbakarnya pabrik kembang api milik PT Panca Buana Cahaya Sukses di Kosambi, Tangerang, Banten, pada Kamis (26/10/2017), yang menewaskan 47 jiwa dan puluhan.luka-luka, sebagian diantaranya buruh perempuan.dan anak-anak alias masih di bawah umur.

Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani memaparkan, dari hasil investigasi Komnas HAM, ternyata perusahaan itu tidak mematuhi standar keamanan dan keselamatan kerja dan.melanggar peraturan ketenagakerjaan karena mempekerjakan buruh tanpa perlindungan atas hak-haknya dan dengan upah di bawah UMR.

Dari wanwancara yang dilakukan oleh Komisioner Komnas HAM Siane Indriani, mengungkapkan bahwa salah seorang korban, buruh di bagian pengepakan menuturkan upahnya 40 ribu rupiah per hari dengan target 1.000 pak kembang api.per hari per.kelompok 5 orang dari.pukul 8.00 hingga 17.00 Wib.

“Namun perempuan yang baru bekerja 6 hari itu hanya mampu memenuhi target 2 hari,” ungkap Siane kepada Obsessionnews.com, Jumat (27/10).

Selanjutnya, upah buruh tersebut dipotong menjadi 25 ribu rupiah per hari karena tidak memenuhi target. Jika dihitung per bulan jika.masuk terus per bulan menerima 1,04 juta.per bulan, jauh di bawah UMR. “Dia.mengaku banyak diantara para buruh itu.masih di bawah.umur, termasuk salah seorang korban yang dirawat di RSUD Tangerang Siti Fatimah 15.tahun. Bahkan juga beberapa yang masih berusia 13 tahun,” bebernya pula.

Menurut penuturannya, buruh itu diajak saudaranya bekerja di situ, secara borongan. “Tak ada syarat umur tidak ada kontrak kerja, juga tidak ada tunjangan apapun baik uang makan atau uang kesehatan karena proses rekrutmen secara borongan dan sepertinya statusnya buruh tidak tetap. Maka bisa diduga setiap hari belum tentu pekerja yg sama yang.masuk kerja hari itu,” paparnya seperti dikutip Siane.

Saat kejadian, lanjut dia, saksi ada banyak.yang melihat pekerja bangunan yang sedang mengelas atap. Tiba-tiba terjadi kebakaran dan membuat semua buruh panik berebut.keluar. diduga percikan api las mengenai tumpukan kembang api sehingga langsung cepat terbakar.

Dari wawancara oleh Siane (Komnas HAM) yang dilakukan.mengungkap fakta saat kejadian ternyata tidak ada alat.pemadam.kebakaran dan tidak.ada satpam yang menjaga.pabrik. “Pintu utama.hanya satu sehingga banyak yang terjebak dan tewas terbakar,” tambahnya.

Siane menegaskan, Komnas HAM.menilai.ini tragedi kemanusiaan sekaligus tragedi ketenagakerjaan terburuk.sepanjang abad ini. Bagaimana mungkin memproduksi barang berbahaya dilakukan dengan.mekanisme jauh dari standar keselamatan dan.kesejahteraan, sehingga menimbulkan.korban dengan jumlah fantastis 47 orang tewas.

“Semua.pihak termasuk pemerintah harus.ikut bertanggungjawab atas tragedi.yang.memilukan ini,” tandas Siane. (Red)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.