Selasa, 21 September 21

Buron Dua Tahun Segera Sidang Perdana

Buron Dua Tahun Segera Sidang Perdana

Semarang, Obsessionnews – Buron dua tahun kasus korupsi beras miskin (raskin) Desa Popongan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, Ikroni Bin Sutarjo, bakal segera merasakan kursi panas Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kota Semarang. Berkas perkara tersangka Mantan Kaur Keuangan Desa Popongan itu resmi dilimpahkan pada Rabu (4/11/2015).

Sebelumnya, Ikroni sempat buron hingga 2 tahun lamanya dan berhasil diringkus di kawasan Banyuasin, Sumatera Selatan oleh petugas Satuan Reskrim Polres Semarang.

“Berkas perkaranya sudah kami terima, terdaftar dengan No. 137/pid sus -TPK/2015/PN.smg pada 29 Oktober 2015 kemarin,” Plt Panitera Muda (Panmud) Pengadilan Tipikor Semarang, Heru Sungkowo, Kamis (5/11/2015).

Tersangka Ikroni mengaku hanya menuruti perintah atasan, Kepala Desa, Muhsinin dengan menjual beras ke Desa Truko. Uang penjualan juga diakuinya dikelola langsung oleh sang Kades.

“Saya hanya kebagian Rp 200 ribu per bulan selama 4 tahun sejak 2009-2012. Kasus ini mulai terungkap pada 2013, lalu saya kabur ke Sumatera,” akunya.

Heru menjelaskan, sidang perdananya akan digelar pada 9 November 2015 besok. Adapun majelis hakim yang memeriksa perkara tersebut, ketua H Sunarso dan dua hakim anggota, Inji Pramajati dan Satra Rasa.

Kapolres Semarang AKBP Latif Usman menambahkan, tersangka terlibat kasus korupsi dengan Kepala Desa Popongan, Muhsinin. Berdasarkan audit BPKP tertanggal 17 Oktober 2013, total kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 284 juta.

“Tersangka Ikroni kami jerat dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal Juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” kata dia.

Sebagai informasi, kasus tersebut terungkap dari laporan warga ke Polres Semarang. Polisi kemudian menetapkan Kepala Desa Popongan, Muhsinin sebagai tersangka. Tersangka Muhsinin sendiri sudah menjalani hukuman di LP Kedungpane Semarang. Sementara, tersangka lainnya yakni Ikroni yang menjabat Kaur Keuangan Desa Popongan kabur saat akan ditangkap. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.