Jumat, 30 Oktober 20

Burger McDonald’s Sampai 10 Tahun Tidak Busuk?

Burger McDonald’s Sampai 10 Tahun Tidak Busuk?
* Hjortur Smarason membeli kentang goreng dan burger McDonald's pada 2009. (BBC)

Wow! Burger terakhir dari McDonald’s di Islandia, usianya 10 tahun tapi masih ‘awet muda’.

Ketika McDonald’s menutup semua restorannya di Islandia pada 2009, seorang pria memutuskan untuk membeli burger dan kentang goreng terakhirnya.

“Saya dengar makanan dari McDonald’s tidak akan pernah busuk, jadi saya ingin melihat sendiri apakah itu benar atau tidak,” kata Hjortur Smarason kepada kantor berita AFP.

Pekan ini tepat 10 tahun sejak hidangan itu dibeli, tapi kelihatannya seperti baru dibuat kemarin.

Orang yang penasaran bisa menyaksikan siaran langsung burger dan kentang goreng itu dari lokasinya di dalam sebuah lemari kaca di Snotra House, sebuah hostel di Islandia selatan.

“Si burger tua itu masih di sana, sepertinya baik-baik saja. Kelihatan cukup baik, sebenarnya,” kata pemilik hostel Siggi Sigurdur kepada BBC News.

“Ini main-main, tentu saja, tapi juga membuat Anda berpikir tentang apa yang Anda makan. Tidak ada jamur, hanya pembungkusnya yang terbuat dari kertas saja yang kelihatan tua.”

Banyak orang berkunjung ke Islandia selatan demi melihat burger dan kentang goreng yang ‘awet muda’ itu. (BBC)

 

Hostel mengklaim bahwa orang-orang datang dari seluruh dunia untuk mengunjungi burger tersebut, dan laman situsnya mendapat lebih dari 400.000 kunjungan setiap hari.

Selama keberadaannya yang pendek, burger dan kentang goreng itu pernah dipindahkan beberapa kali.

Dalam tahap pertama penelitian Smarason tentang seberapa cepat makanan itu akan membusuk, ia disimpan di dalam kantung plastik yang ditaruh di garasi.

Ketika setelah tiga tahun, Smarason tidak menemukan banyak perubahan dalam komposisinya, ia menyumbangkan makanan itu ke Museum Nasional Islandia.

Seorang spesialis museum akhirnya memutuskan bahwa mereka tidak punya peralatan yang memadai untuk mengawetkan makanan, dan makanan itupun dikembalikan ke pemilik asalnya, menurut Snotra House.

“Menurut saya ia salah karena burger ini mengawetkan dirinya sendiri,” Smarason berkomentar.

Burger dan kentang goreng itu saat ini disimpan di Snotra House, sebuah hostel di Islandia selatan. (BBC)

 

Setelah tak lama disimpan di sebuah hotel di Reykjavik, hamburger dan kentang goreng itu dipindahkan ke rumahnya yang sekarang.

Gambar-gambar yang diunggah di media sosial memantik diskusi tentang makanan lainnya yang tak lekang oleh waktu.

“Guru kesehatan di SMA saya melakukan ini, tapi hanya menaruhnya di atas rak,” kata seorang pengguna Twitter.

“Ia menekankan bagaimana bahkan setelah bertahun-tahun makanan itu tidak berjamur karena tampaknya di dalamnya tidak ada cukup nutrisi untuk mikroba.”

Smarason bukanlah orang pertama yang mencoba eksperiman ini dengan makanan dari McDonald’s.

Salah satu eksperimen paling terkenal dilakukan Karen Hanrahan, yang membeli sebuah burger pada 1996 dan 14 tahun kemudian mengklaim makanan itu terlihat tidak berbeda dari pada hari ia membelinya.

Pada 2010, fotografer New York Sally Davies membeli Happy Meal dan mengambil gambarnya setiap hari selama enam bulan.

Ia mengklaim makanan itu tidak membusuk, tidak menjadi bau, tidak dihinggapi belatung, atau menunjukkan tanda-tanda pembusukan apapun.
Sebuah video YouTube yang membandingkan proses dekomposisi burger dan kentang goreng dari berbagai restoran selama dua bulan telah ditonton hampir delapan juta kali.

McDonald’s berkomentar pada 2013 bahwa “di dalam lingkungan yang pas, burger kami, seperti kebanyakan makanan, bisa terdekomposisi”, namun tanpa kelembapan di lingkungan sekitarnya, mereka “kemungkinan tidak akan ditumbuhi jamur atau bakteri atau terdekomposisi”.

Dosen senior jurusan sains makanan di Universitas Islandia, Bjorn Adalbjornsson, mendukung penjelasan ini, mengatakan kepada AFP bahwa tanpa kelembapan, “makanan hanya akan mengering”. (*/BBC)

Sumber: BBC Magazine

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.