Jumat, 3 Februari 23

Bupati Tangerang: Kalau Lockdown Nanti Siapa yang Kasih Makan

Bupati Tangerang: Kalau Lockdown Nanti Siapa yang Kasih Makan
* Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar. (Foto: Berita Satu)

Tangerang, Obsessionnews.com – Kabupaten Tangerang, Banten,  termasuk salah satu wilayah yang banyak terjadi penyebaran virus corona. Namun Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar sudah memastikan tidak akan menerapkan karantina wilayah atau lockdown dalam membatasi penyebaran virus ini.

“Kita tidak nenerapkan lockdown atau karantina wilayah,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Zaki mengatakan, banyak pertimbangan mengapa Kabupaten Tangerang belum membatasi perpindahan orang yang masuk maupun keluar wilayah seperti saat ini, meski wabah Covid-19. Salah satunya adalah pertimbangan ekonomi. Karena untuk menjamin ekonomi warga selama karantina tidak mudah.

“Salah satunya siapa yang ngasih makan 4 juta orang (warga Kabupaten Tangerang), terus bagaimana dengan warga yang berbatasan wilayah lain seperti dengan Kota Tangerang dan Tangsel?” kata Zaki.

Terlebih, kata dia, Tangerang adalah wilayah yang padat penduduk. Aktivitas ekonomi banyak berpusat Tangerang. Karena Tangerang juga merupakan daerah industri. Sehingga sulit bagi pemerintah untuk menerapkan karantina wilayah. “Di Tangerang rasanya masih sulit,” tandasnya.

Begitu juga ketika DKI Jakarta melakukan karantina wilayah karena corona, Kabupaten Tangerang bergeming. Menurut Zaki, jika Jakarta lockdown, dampak yang ditimbulkan Kabupaten Tangerang mengarah pada masalah sosial.

“Efeknya terhadap warga Kabupaten Tangerang yang bekerja di Jakarta,” katanya.

Sebagai ganti karantina wilayah atau lockdown, Zaki memilih untuk lebih gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga jarak aman, tetap mengimbau masyarakat untuk tetap belajar, bekerja dan beribadah di rumah, bekerjasama dengan TNI-Polri dalam menerapkan larangan keramaian, berkumpul di masyarakat.

“Dan kami gencar melakukan penyemprotan disinfektan area-area publik seperti jalan, pasar tradisonal, gedung pemerintahan setiap 2-3 hari,” kata Zaki. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.