Minggu, 22 September 19

Bupati Se-Indonesia Sepakat Kawal Pendidikan Karakter Pancasila

Bupati Se-Indonesia Sepakat Kawal Pendidikan Karakter Pancasila
* Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Bali 21-23 Agustus 2019. (Foto: Dok Apkasi)

Badung, Obsessionnews.comAsosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) tengah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada Rabu – Jumat Agustus 2019. Dalam Rakernas tersebut disepakati oleh organisasi para bupati se-Indonesia, yakni di luar berbagai dinamika pembangunan terkait persoalan ekonomi, yang tidak kalah penting adalah menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkarakter Pancasila.

“Yang toleran, yang menjaga kebhinekaan,” ujar Ketua Umum Apkasi Abdullah Azwar Anas usai sesi rapat Apkasi yang dihadiri ratusan bupati, sekretaris daerah, dan kepala dinas terkait di Bali, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Azwar Anas Siap Nakhodai Apkasi

Anas membeberkan, bupati dan pemerintah kabupaten (pemkab) se-Indonesia berwenang mengelola lebih dari 35 juta siswa SD dan SMP, belum termasuk MTs dan MI yang perlu kolaborasi dengan Kementerian Agama. Mereka adalah calon generasi penerus bangsa yang perlu dipastikan dididik dengan paradigma Pancasila dan menghargai kebhinekaan di tengah ancaman radikalisme saat ini.

“Sehingga kelak kita punya SDM unggul, yang tidak hanya jago teknologi, jago sains, jago sastra, jago matematika, tapi juga toleran, menghargai perbedaan, merayakan keragaman Indonesia,” papar bupati Banyuwangi tersebut.

Anas menambahkan, sesuai dengan visi besar pemerintah pusat yang bakal fokus ke pembangunan SDM, pemerintah kabupaten menyiapkan respons kebijakan penguat dan pendamping dari kebijakan pemerintah pusat. Tentu saja dalam batas kewenangan yang dimiliki pemerintah kabupaten.

Baca juga: Pemilihan Putri Daerah Warnai Apkasi Otonomi Expo 2019

Untuk itu, para bupati harus serius mengawal soal pendidikan berkarakter Pancasila ini. Karena ada data-data yang mengkhawatirkan di generasi muda bangsa terkait pandangan mereka terhadap nasionalisme.

“Para bupati tidak hanya akan mengawal perbaikan sekolah, tapi juga mengawal pendidikan berkarakter Pancasila ini,” tuturnya.

Maka, lanjut Anas, para bupati ini segera rutin bertemu dengan kepala sekolah SD, SMP, para pelajar, mengajak guru-guru sejarah untuk membangun perspektif kesejarahan nasionalisme bahwa bangsa ini dibangun dalam spirit merayakan seluruh perbedaan agama, budaya, suku, dan sebagainya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.