Minggu, 26 September 21

Bupati Kebumen: Warga yang Mudik Tak Diminta Balik, Tapi Wajib Karantina

Bupati Kebumen: Warga yang Mudik Tak Diminta Balik, Tapi Wajib Karantina
* Bupati Kebumen dalam kegiatan tarawih dan silaturahmi ( Tarhim ) di Masjid Baiturrahim Desa Krakal Kecamatan Alian Kamis, (22/4). (Foto: Baruddin)

Kebumen, Obsessionnews.com – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 telah mengubah masa berlaku aturan pelarangan jelang mudik lebaran dari sebelumnya hanya 10 hari menjadi satu bulan, dari 22 April sampai 24 Mei 2021.

Hal itu ditetapkan melalui Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 itu diteken oleh Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo pada 21 April 2021. Menyusul banyak masyarakat yang curi start untuk mendahului mudik dari awal.

Menanggapi hal itu, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto mengimbau kepada warganya yang masih berada di rantau agar ikut mematuhi aturan pemerintah, yakni menahan diri agar tidak mudik pada lebaran tahun ini, demi kemaslahatan bersama.

“Pada prinsipnya kami mendukung, dan mengimbau kepada warga Kebumen agar tidak mudik ke kampung halaman. Ini untuk mencegah terjadinya penyebaran virus ke sejumlah daerah, termasuk di Kebumen,” ujar Arif.

Arif menyampaikan itu usai tarawih dan silaturahmi ( Tarhim ) di Masjid Baiturrahim Desa Krakal Kecamatan Alian Kamis, (22/4), yang turut dihadiri Kabag Kesra Kebumen Wahib Tamam, Camat Alian Sugito Edi Prayitno dan juga jajaran pemerintah desa setempat.

Untuk mengantisipasi banyak pemudik yang curi start ke Kebumen, pihaknya akan mengintensifkan pengecekan para pemudik di posko posko yang tersebar di 4 titik. Kecamatan juga diwajibkan untuk menggerakkan kembali program Jogo Tonggo hingga ke tingkat RT, tujuannya memantau masyarakat yang pulang ke kampung halaman.

“Ketika ada masyarakat yang pulang bukannya tidak boleh, silahkan yang sudah masuk masuk tidak mungkin kita menyuruh untuk kembali lagi ke Ibu Kota atau ke mana, jadi tetap disitu tapi empat hari, tujuannya untuk menjaga kesehatan semuanya,” tuturnya.

Arif menegaskan, bagi siapaun warga yang sudah mudik ke Kebumen, tetap wajib melakukan karantina mandiri selama empat hati di rumah. Meskipun ia merasa dirinya sehat. Namun, aturan protokol kesehatan tetap harus dijalankan.

“Jangan sampai kaya laporan di Kecamatan di Puring, ada warga yang pulang dari Bandung, bilang tidak sakit tapi ternyata menyebarkan virus. Jadi tetap sakit tidak sakit tetap harus dikarantina dulu,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Alian Sugito Edi Prayitno mengatakakan, Kecamatan Alian yang membawahi 16 Desa, sudah bersiap untuk menyambut para pendatang dari luar kota.

Setiap desa di Alian akan menerapkan posko 24 jam yang dimulai dari H -10 Lebaran, dengan harapan para pemudik yang sudah terlanjur datang, akan dilakukan pendataan, dan di cek kondisi kesehatan dan sejarah kesehariannya apakah sudah divaksin ataupun sudah pernah terpapar apa belum.

“Sudah di informasikan juga oleh paguyuban perantau, agar tidak mudik sedangkan yang terlanjur mudik agar menjaga kesehatan dan yang telah mudik tetap melapor ke posko, untuk dilakukan pendataan penyemprotan dan diberikan informasi,” ujarnya.

Untuk data kasus covid-19 di Krakal, Gito bersyukur di Kecamatan Alian hingga saat ini sudah tidak ada lagi, dan masuk pada zona hijau. Karena itu ia berharap para pemudik agar taat aturan, jangan sampai zona hijau berubah menjadi zona merah karena tidak taat prokes.

“Kasus terakhir ada 4 orang yang terkonfirmasi positif covid 19, tapi hingga tanggal 15 kemarin, sudah sembuh semuanya jadi di Alian kini sudah menjadi Ona hijau,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.