Selasa, 18 Mei 21

Bupati Kebumen Tegaskan Dirinya Menolak Pemberian Parcel Lebaran

Bupati Kebumen Tegaskan Dirinya Menolak Pemberian Parcel Lebaran
* Bupati Kebumen Arif Sugiyanto saat Tarhim di Majid Sunankalijaga. (Foto: Pribadi)

Kebumen, Obsessionnews.com – Dalam moment lebaran tahun ini, Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menegaskan, pihaknya menolak pemberian parcel lebaran dari siapapaun masyarakat termasuk dari ASN.

“Saya mohon kepada masyarakat siapapin agar tidak perlu memberikan parcel atau apapun ke bupati dan wakil bupati. Insya Allah kalau kami yang dikirim, akan kita kembalikan,” jelas Arif usai shalat tarawih dan silaturahmi bersama di Masjid Sunankalijaga di Sambirkadipaten, Prembun, Jumat (30/4/2021).

Arif menyatakan tidak sepantasnya parcel itu diberikan kepada bupati dan wakil bupati, karena ia adalah pejabat negara yang harus bisa menjaga itegritas. Ia khawatir pemberian parcel itu dibarengi dengan kepentingan lain. “Jadi untuk menghindari hal yang tidak-tidak lebih baik tidak usah,” jelasnya.

Komitmen Arif untuk tidak menerima parcel lebaran dari masyarakat, juga sudah ia tunjukan saat dirinya menjabat sebagai wakil bupati Kebumen. Saat ditunjuk sebagai wakil bupati pada 2019 lalu, Arif sudah terbiasa menolak parcel lebaran.

“Baik saat masih menjadi wakil sampai sekarang bupati, kami menolak pemberian parcel lebaran,” tegasnya.

Dalam tarhim bersama itu, Arif juga menyatakan, bahwa tiga hari setelah lebaran objek wisata di Kebumen secara keseluruhan akan ditutup. Hal ini untuk mencegah penumpukan wisatawan usai lebaran, karena diprediksi banyak warga Kebumen yang nekad tetap mudik.

Selain itu, pemerintah juga melarang pesta hajatan pernikahan selama 7 hari setelah lebaran. Pemerintah hanya mengizinkan prosesi ijab qobul, yang cukup dihadiri sepasang pengantin, wali, dan saksi. Untuk pestanya harus dilaksanakan 7 hari usai lebaran.

“Ini sementara untuk mencegah adanya penambahan kasus corona. Karena pada saat kita rapat dengan Satgas Covid-19, dan Prokopimda, kasus covid-19 masih mengalami peningkatan, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan,” kata Arif.

“Di antara upaya yang kita lakukan adalah untuk sementara waktu objek wisata kita tutup, sampai tiga hari setelah lebaran. Termasuk hajatan nikahan kita juga larang sampai tujuh hari setelah lebaran,” tambahnya.

Dalam Tarhim keliling di berbagai kecamatan itu, Arif terus mengajak masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan. Baik saat ibadah tarawih di masjid, ataupun saat bekerja di luar. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.