Kamis, 28 Januari 21

Bunga KUR Bisa Turun Jadi 7 Persen

Bunga KUR Bisa Turun Jadi 7 Persen

Solo, Obsessionnews – Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga meyakini bunga kredit usaha rakyat (KUR) yang saat ini 9 persen, bisa diturunkan lagi menjadi 7 persen. Tapi perlu waktu bagi pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan itu.

“Mudah-mudahan akan diturunkan lagi menjadi 7 persen, cuma sabar dulu, ini kan baru beberapa bulan 9 persenya, sebelumnya 22 persen,” kata Puspayoga di Solo, Jateng, Kamis (18/2/2016).

Puspayoga mengatakan penurunan suku bunga KUR yang semakin rendah sebagai bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku UKM. Sebab solusi terbaik untuk memutus mata rantai kemiskinan yang menjerat kalangan masyarakat, salah satunya adalah dengan pemberdayaan UKM.

“Apapun yang kita lakukan selama bunga tinggi percaya tidak akan terjadi kemiskinan turun, pasti kemiskinan meningkat,” tegas Puspayoga.

Dengan suku bunga yang rendah, kata Puspayoga akan semakin pula menggairahkan UKM dalam berusaha. Apalagi tahun ini pemerintah mengalokasikan dana KUR paling sedikit Rp 100 triliun dan bisa ditambah lagi menjadi Rp 120 triliun. Maka akan sebanyak banyak UKM yang mengakses modal.

“Kalau UKM bisa digulirkan Rp 100 triliun tentunya UKM itu bisa berproduksi karena bunganya ringan. Kalau berproduksi tentunya punya omset pasti bertambah, kalau sudah beproduksi maka ada penyerapan tenaga kerja,” ucap Puspayoga.

Sebaiknya, menurut Puspayoga, pemerintah jangan hanya fokus mengejar perbaikan pertumbuhan ekonomi, sedangkan tingkat kesenjangan pendapatan (gini rasio) semakin melebar. Maka yang perlu dilakukan ada menggerakkan ekonomi rakyat.

“Makanya kita konsisten. Negara hadir di tengah-tengah para UKM untuk bisa memberikan kesejahetaran kepada masyarakat. Sehingga kesejahteraan itu bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” jelas Puspayoga.

Padahal, lanjut Puspayoga sangatlah mudah membina pelaku usaha yang berasal dari kalangan masyarakat kecil ini. Dia menceritakan pengalamannya sejak masih menjabat Wali Kota Denpasar, Bali, dimana dia pernah membuat KUR tanpa agunan, sama persis dengan KUR yang berlaku sekarang.

“Mengurus rakyat kecil itu gampang, enak, sifat kekeluargaannya tinggi, gotong royongnya tinggi, gak neko-neko,” sambung dia.

UKM dinilai sebagai salah satu sektor usaha yang ‘tahan banting’. Ketika negara lain sedang dilanda krisis ekonomi, UKM Indonesia justru tetap kokoh dan terus berproduksi, hingga jumlahnya terus bertambah menjadi 57 juta di seluruh Indonesia.

“Gak ada di dunia lain pedagang kecil itu sampai gotong-gotong barang dagangan masuk kota, masuk desa, keliling rumah. Gak ada di negara lain, hanya di Indonesia”.

“Semangat UKM itu luar biasa, tinggal diberi pembinaan mengenai admintrasinya. Ini tugas pemerintah dari pusat sampai tingkat 1 dan tingkat 2. Beri pembinaan dan berikan kalau mereka berusaha dengan bunga ringan, udah selesai,” pungkas Puspayoga. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.