Selasa, 28 September 21

Bunga Kredit Bank Jatim Liar

Bunga Kredit Bank Jatim Liar

Surabaya, Obsessionnews – Banyaknya keluhan masyarakat terhadap bunga kredit Bank Jatim, Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi simpan pinjam di Jawa Timur yang liar membuat Komisi C DPRD Jatim geram. Bank-bank dan koperasi simpan pinjam tersebut memberlakukan bunga tinggi, yakni 3 persen setiap bulannya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim Renvill Antonio menegaskan, komisinya akan segera memanggil Bank Jatim dan Bank Indonesia (BI) atas liarnya bunga kredit di bank di wilayah Jatim itu. Termasuk koperasi simpan pinjam yang memberlakukan bunga kredit liar.

“Banyak keluhan bunga kredit di bank-bank perkreditan di Jatim memberlakukan bunga tinggi. Makanya kami segera memanggil Bank Jatim. Bank ini yang memiliki jaringan dan binaan bank-bank perkreditan,” kata Renvill saat ditemui di Surabaya, Kamis (21/5/2015).

Bank Jatim selama ini memang dinilai memiliki jaringan dan binaan sejumlah BPR. Bank Jatim akan dimintai penjelasan menyangkut tata kelola dan aturan pemberlakuan bunga kredit di BPR. Bank Jatim selama ini memiliki program link untuk para BPR.

“Bank Jatim memiliki semacam plafon anggaran untuk bank-bank pekreditan di bawah bank ini. Tapi untuk BPR di bawah Bank Jatim setahu kami taat aturan dan tak liar. Yang memberlakukan bunga kredit tinggi itu BPR dan Koperasi simpan pinjam di luar link,” tambah Renville.

Meski demikian, Komisi C tetap akan mengawasi dan memastikan BPR dan koperasi simpan pinjam di bawah naungan Bank Jatim sesuai suku bunga yang telah ditetapkan. Komisi ini tak ingin Bank Jatim lalai mengawasi BPR di bawah naungannya.

Dalam waktu dekat Bank Jatim, BPR, dan seluruh pihak terkait akan dipanggil. Selain menyayangkan praktik berlakunya bunga tinggi, Komisi C juga mempertanyakan keberadaan Komisi Pengawas Koperasi Simpan Pinjam. Sebab, banyak koperasi yang memberlakukan bunga tinggi.

Saat ini, banyak BPR dan koperasi simpan pinjam menjamur di setiap daerah. Rata-rata mereka menawarkan program kredit dengan iming-iming sangat mudah dan cepat. Agunan pun makin mudah Tapi masyarakat yang dirugikan karena bunganya tinggi, yakni 3 persen per bulan. (Adi Suprayitno)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.