Senin, 10 Desember 18

Setelah Catat Laba Positif, BNI Ciptakan Yap!

Setelah Catat Laba Positif, BNI Ciptakan Yap!
* Layanan sistem pembayaran digital berbasis aplikasi yaitu yap! (Your All Payment) BNI. (foto: web BNI)

Jakarta, Obsessionnews.com – Perbankan di Tanah Air masih mencetak laba bersih yang positif semester I-2018, didukung kredit yang masih tumbuh hingga 10,26% pada Juni lalu. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), misalnya, mencatatkan laba Rp 7,44 triliun atau naik 16% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp6,41 triliun.

Pertumbuhan laba bersih tersebut didorong oleh kuatnya pertumbuhan pendapatan Bunga Bersih (NII) BNI yang juga disertai perbaikan kualitas aset. Pertumbuhan NII BNI meningkat dari Rp15,40 triliun pada semester I/2017, menjadi Rp17,45 triliun pada tahun 2018. Angka tersebut tumbuh 13.3% lebih cepat dibandingkan pertumbuhan NII di industri perbankan yang hanya mencapai 3.4% per April 2018.

Pertumbuhan NII ini merupakan hasil dari penyaluran kredit BNI yang tetap terkelola dengan prudent dan optimal. Jika terus bisa diperhatikan, BNI optimis kinerja baik yang dicapai pada paruh pertama tahun 2018 tersebut akan tetap meningkat pada semester II.

Pertumbuhan laba bersih BNI yang mencapai 16% jauh lebih cepat dibandingkan pertumbuhan laba bersih di industri perbankan nasional yang per April 2018 mencapai 6,3.

Yang menjadi hal pendukung pertumbuhan laba bersih BNI lainnya adalah realisasi Pendapatan Non Bunga yang tumbuh 9,1% yoy. Pada semester I-2018, realisasi pendapatan Non Bunga Bank BNI yaitu Rp5,08 triliun.

Sementara Pendapatan Non Bunga pada semester I-2018 didorong oleh peningkatan kontribusi fee dari segmen business banking, antara lain fee dari trade finance yang tumbuh 8,7% yoy dan fee dari bank garansi yang tumbuh 14,3% yoy.

Sedangkan sisanya dari pertumbuhan bisnis Consumer & Retail, antara lain fee pengelolaan rekening yang tumbuh 8,6% yoy, dan fee dari bisnis kartu yang tumbuh 7,1% yoy.

Jadi, dengan adanya peningkatan Net Interest Income dan Non interest income, perbaikan kualitas aset, serta upaya efisiensi OPEX yang tatah dilakukan. BNI mampu menumbuhkan tingkat laba bersih hingga 16% yoy. Peningkatan profitabilitas ini mendorong perbaikan Return on Equity (ROE) dari 15,6% menjadi 16,5%.

Pada Semester I/2018, BNI juga mencatat Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 13,5%. DPK ini didominasi oleh dana murah (CASA) yang komposisinya mencapai 63,8% dari total dana yang terhimpun. Ruang bagi BNI untuk menyalurkan kredit pun masih terbuka lebar, ditandai dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) yang mencapai 87,3% pada semester I/2018 ini.

Seluruh kondisi itu memberikan keyakinan bahwa BNI mempunyai likuiditas yang baik dan ruang yang cukup untuk melanjutkan ekspansi kredit pada semester II/2018.

Selain itu, di tahun ini BNI juga memperkenalkan sistem pembayaran digital berbasis aplikasi yaitu yap! (Your All Payment) pada Pertemuan Tahunan International Monetary Fund (IMF) – World Bank Group (WBG) 2018 yang diselenggarakan di Nusa Dua, Bali.

Keunikan dari aplikasi yap! adalah dapat menggunakan Kartu Debit BNI, Kartu Kredit BNI serta UnikQu (uang elektronik) sebagai sumber dana dalam bertransaksi sehingga transaksi dapat dilakukan secara non tunai (cashless) dan bahkan tanpa kartu (cardless).

Corporate Secretary BNI Kiryanto menuturkan, BNI terus berupaya memberikan unique experience dan kemudahan bertransaksi.  Mengambil momentum pertemuan tahunan tersebut, BNI juga memberikan kemudahan bertransaksi bagi para delegasi IMF khususnya dari Indonesia melalui piloting interoperabilitas QR Code antara aplikasi yap! dengan aplikasi e-wallet domestik lain yang dapat bertransaksi menggunakan aplikasinya pada QR yang terpasang di merchant yap! di area Nusa Dua, Bali.

Rollaas dan Sila yang merupakan kedai kopi dan penjual teh binaan BUMN yang sudah menjadi merchant yap! turut hadir di area penyelenggaraan Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018, atau lebih tepatnya di Indonesia Pavilion, Nusa Dua, Bali.

“Bagi delegasi maupun tamu yang ingin merasakan kenikmatan kopi dari Rollaas dan teh dari Sila, dapat melakukan pembayaran dengan aplikasi yap! dan aplikasi lain yang tergabung sebagai anggota QR nasional meskipun hanya terdapat 1 QR Code di sana,” ujar Kiryanto seperti tertulis dalam siaran persnya, Rabu (10/10/2018).

Kiryanto menambahkan, interoperabilitas ini merupakan perwujudan dari BNItuDigital, transformasi BNI menjadi digital bank yang tidak hanya mendigitalisasi transaksi pembayaran nasional, tetapi juga internasional. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.