Rabu, 21 November 18

Ridwan Hisjam Sebut BUMN Belum Siap Mengelola Energi Terbarukan

Ridwan Hisjam Sebut BUMN Belum Siap Mengelola Energi Terbarukan
* Ridwan Hisjam tengah memaparkan materi tentang ketahanan energi.

Surabaya, Obsessionnews.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengatakan, Indonesia sebenarnya punya potensi besar untuk menciptakan kemandirian nasional di sektor energi. Sebab, Indonesia memilik sumber daya alam melimpah. Kekayan energi itu terbentang dari Sabang sampai Merauke.

Namun, kata dia, sayangnya kekayaan itu belum bisa dikelola dengan baik oleh pemerintah. Sehingga ketahanan energi nasional masih menempati rangking bawah yakni urutan ke 65. Di tingkat dunia, ketahanan energi Indonesia masih di bawah Thaliland.

“Secara rangking dunia, ketahanan energi Indonesia masih di bawah Thailand urutan ke 65,” ujar Ridwan dalam diskusi menelisik peran BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi nasional, di Universitas Sunan Giri, Surabaya, Kamis (8/11/2018).

Ridwan juga menyoroti tentang perlunya
transformasi energi konvensional menuju energi modern. Sebab, isu pembangunan berkelanjutan dan perubahan iklim mendorong dilakukan penyesuaian terhadap penyediaan energi yang ramah lingkungan.

BUMN sendiri kata dia, masih berkutat dan nyaman dalam penyediaan energi berbasis energi fosil. Padahal energi terbarukan kian memiliki peranan penting dalam penyediaan energi bagi manusia, menggantikan energi fosil yang
tidak ramah lingkungan.

“Belum terlihat kesiapan dan kemauan yang kuat dari BUMN energi untuk mengisi potensi penyediaan energi berbasis energi terbarukan,” katanya.

Politisi Partai Golkar itu menyebut negara belum memiliki ketahanan energi nasional, sehingga perlu segera dibuat peta jalan (roadmap) ketahanan energi nasional yang dimiliki oleh negara sedikitnya selama 90 (sembilan puluh) hari bagi negara netimporter migas sesuai dengan dengan standar dari International Energy Agency (IEA).

“Perlu dibuat payung hukum dalam rangka mencari dan menghimpun sumber dana ketahanan energi nasional yang dimungkinkan berasal dari dana pengurasan migas, iuran badan usaha hulu migas, iuran badan usaha energi, alokasi khusus dari APBN maupun sumber-sumber lainnya,” tandasnya.

Menurutya, BUMN energi yang berperan serta dalam upaya menyediakan, menjaga dan meningkatkan ketahanan energi nasional perlu diberikan insentif atau kebijakan pemberian subsidi sebagaimana diatur dalam peraturan
perundang-undangan

“Saat ini, Komisi VII DPR RI sedang menyusun RUU Energi Baru Terbarukan,
tentu isu ketahanan energi akan menjadi bagian dalam RUU tersebut,” jelasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.