Senin, 10 Desember 18

Bank Mandiri Konsisten Perbaiki Kualitas Kredit Produktif

Bank Mandiri Konsisten Perbaiki Kualitas Kredit Produktif
* Bank Mandiri. (Foto: bankmandiri.co.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kinerja Bank Mandiri dari waktu ke waktu terus bersinar. Hingga semester I 2018 Badan usaha milik negara (BUMN) ini mencetak laba Rp 12,2 triliun atau tumbuh 28,7 persen dari periode sebelumnya tahun lalu. Sedangkan aset perseroan pada periode yang sama juga tumbuh sebesar Rp 88‚1 triliun atau 8,3 persen secara yoy menjadi Rp 1.155,5 triliun pada akhir semester I 2018.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengatakan, pertumbuhan laba Bank Mandiri terutama didorong pencapaian fee based income sebesar Rp 12,9 triliun, atau tumbuh 18,1 persen year-on-year (y-o-y) yang diiringi dengan penurunan biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) 15,4 persen y-o-y.

Penurunan biaya CKPN tersebut merupakan cerminan progres Bank Mandiri dalam menurunkan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah, melakukan collection, dan  kedisiplinan restrukturisasi kredit.

“Biaya operasional juga berhasil terus ditekan dan hanya tumbuh single digit berkat penerapan prinsip efisiensi secara konsisten di seluruh proses bisnis,” tutur Hery dalam konferensi pers Paparan Kinerja Bank Mandiri di Plaza Mandiri, Jakarta, (19/7/2018).

Selain itu Bank Mandiri juga secara konsisten terus memperbaiki kualitas kredit produktif, antara Iain melalui strategi collection yang efektif.

“Alhasil, rasio Non Performing Loan (NPL) Bank Mandiri pun membaik dari 3,82 persen pada Semester I 2017 menjadi 3,13 persen pada Semester I 2018, sehingga memangkas alokasi biaya pencadangan Bank Mandiri menjadi Rp 7,9 triliun dari Rp 9,3 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya,” ujar Hery.

Peran Kartika Wirjoatmodjo

Kinclongnya kinerja Bank Mandiri tentu berkat peran besar sang Direktur Utama (Dirut), Kartika Wirjoatmodjo. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri pada Senin 21 Maret 2016.menetapkan Kartika Wirjoatmodjo sebagai Dirut Kartika menggantikan Budi G. Sadikin yang habis masa jabatannya. Sebelumnya Kartika menduduki kursi Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri.

Direktur Utama Bank Mandiri. (Foto: bankmandiri.co.id)

Saat ditetapkan sebagai Direktur Utama Bank Mandiri Kartika berusia 43 tahun. Pria yang akrab disapa Tiko ini alumni Universitas Indonesia (UI) jurusan Ekonomi dan Akuntansi pada 1996, serta lulusan Rotterdam School of Management pada 2001.

Kartika mengawali kariernya sebagai Konsultan Pajak dan Akuntan di RSM AAJ pada 1995-1996. Selanjutnya dia bekerja sebagai Analis Kredit di Bank Industri Jepang (1996-1998), Konsultan Senior di PwC Financial Advisory Services (1998-1999) dan Boston Consulting Group (2000-2003).

Pada 2003 lelaki kelahiran 1973 ini bergabung dengan Bank Mandiri sebagai Head of Strategy & Financial Analysis at Strategy and Performance Group, selanjutnya memimpin divisi sebagai Group Head.

Pada 2008, Tiko ditugaskan ke Mandiri Sekuritas sebagai Managing Director. Dia melepas jabatan di Mandiri Sekuritas pada 2011, untuk menduduki kursi CEO di Indonesia Infrastructure Finance, anak usaha PT SMI (Persero) pada 2011-2013.

Pada 2014 Kartika ditunjuk Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjabat sebagai Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Dia kembali ke Bank Mandiri setelah rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) mengangkatnya sebagai Chief Financial Officer (CFO). (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.