Kamis, 21 Oktober 21

Bulog Tak Berpihak pada Petani

Bulog Tak Berpihak pada Petani
* Aji Setyawan, anggota DPRD Kota Magelang

Magelang, Obsessionnews – Panen raya sejatinya menggembirakan para petani. Namun, realitanya tidak demikian. Di saat gabah melimpah ruah di sejumlah daerah, para petani justru menjerit, karena harga gabah anjlok. Semula harga gabah dijual dengan harga Rp 4.300 hingga Rp 4.500/kg, namun dalam sepekan terakhir harganya terjun bebas menjadi Rp 3.500 hingga Rp 3.200/kg. Celakanya, Badan Urusan Logistik (Bulog), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menangani masalah pangan, dinilai tidak menolong petani, karena Bulog menunggu membeli gabah petani di saat harganya turun.

Aji Setyawan, anggota Fraksi PDIP DPRD Kota Magelang, Jawa Tengah, mengecam Bulog yang dinilainya sebagai penyebab kericuhan harga gabah. Menurut Aji, semestinya Bulog membeli gabah petani disaat harganya tinggi, bukan menunggu harganya anjlok. Hal ini menunjukkan Bulog tak berpihak pada petani. Ia mengingatkan Bulog adalah perusahaan milik negara, dan tidak usah memikirkan untung dan rugi untuk kepentingan gaji karyawannya.

“Sebagai BUMN Bulog harus mengutamakan memberdayakan petani ketimbang mencari profit. Berbeda dengan perusahaan swasta yang semata-mata hanya mencari profit,” kata Aji kepada obsessionnews.com, Senin (16/3). “Bulog ini mendapat dana cuma-cuma dari negara. Tidak perlu memikirkan target, karyawan Bulog pasti digaji. Kalau kurang dana, tinggal mengajukan lagi,” tambah anggota Komisi B DPRD Kota Magelang yang membidang masalah perekonomian antara lain perusahaan daerah (perusda), pendapatan asli daerah (PAD), dan keuangan daerah ini.

Ketika ditanya apakah Bulog melanggar UUD 1945 dan Pancasila, Aji secara diplomatis menjawab, Bulog dibentuk untuk menyejahterahkan petani. Namun dalam kenyataannya Bulog tak mengutamakan pemberdayaan petani. Bulog lebih mengutamakan mencari profit. (Nissa)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.