Senin, 18 Oktober 21

Budi Waseso Terpilih Sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka

Budi Waseso Terpilih Sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka
* Perolehan suara calon Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Kendari, Obsessionnews.com – Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso terpilih sebagai Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka dalam Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka di Kendari, Jumat (28/7/2018). Budi Waseso berhasil mengungguli suara Adhyaksa Dault yang kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Kwarnas.

Dalam Munas kali ini ada tiga calon yang maju sebagai Ketua Kwarnas, yakni Adhyaksa Dault, Budi Waseso, dan Jana T. Adhyaksa memperoleh 14 suara, Budi Waseso 19 suara, dan Jana 2 suara. Total ada 35 suara. Munas Gerakan Pramuka sudah berlangsung sejak 26 September 2018.

Sebelumnya banyak info beredar bahwa situasi Munas ke-10 Gerakan Pramuka di Kendari, Sulawesi Tenggara berlangsung tidak kondusif. Beberapa ketua Kwarda dipanggil satu per satu dan ditekan untuk mendukung Budi Waseso sebagai Calon Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Pemanggilan dan penekanan itu dilakukan oleh oknum-oknum yang dicurigai sebagai intel pada instansi tertentu. Beberapa Kwarda mengaku sangat tertekan karena sejak Gerakan Pramuka didirikan tahun 1961 belum pernah ada gaya intervensi dalam pemilihan seperti ini kepada Gerakan Pramuka.

“Ini belum pernah terjadi sepanjang sejarah Pramuka, tidak ada calon Ketua Kwarnas yang menggunakan oknum intel untuk memanggil, menekan, memaksa Kwarda untuk mendukung calon tertentu,” ujar Pengurus Kwarda yang tidak mau disebutkan namanya di Kendari, Jumat

Situasi ini sudah berlangsung sejak hari pertama Munas digelar. Berbagai spanduk gelap dipasang untuk menyudutkan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault. Adhyaksa Daut terus dikaitkan dengan alumni 212 dan pendukung tim sukses Prabowo-Sandiaga Uno. Spanduk ini tiba-tiba muncul di beberapa lokasi di Kota Kendari yang hingga hari ini tidak diketahui siapa aktor dan donatur di belakangnya.

Para Ketua Kwarda merasa sangat terganggu dan beberapa ingin pulang karena tertekan akibat dipanggil oknum-oknum intel untuk mendukung Budi Waseso dengan dipaksa menandatangani pernyataan bermaterai dan cap jempol. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.