Rabu, 22 September 21

Budayakan Gemar Menabung, BCA Luncurkan LAKU di Kuningan

Budayakan Gemar Menabung, BCA Luncurkan LAKU di Kuningan
* PELUNCURAN LAKU– (kiri-kanan) Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Suwignyo Budiman, Komisaris BCA Cyrillus Harinowo, Bupati Kuningan Utje Ch. Hamid Suganda, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nelson Tampubolon, dan Kepala Departemen Pengawas Perbankan OJK Agus Siregar menekan tombol sebagai simbol diluncurkannya LAKU di Alun Alun Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jumat (30/10). LAKU merupakan upaya untuk memfasilitasi dan mendekatkan masyarakat dengan layanan perbankan sehingga masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap berbagai layanan dan transkasi keuangan.

Kuningan – Salah satu tantangan terbesar bagi dunia perbankan adalah bagaimana upayanya dapat menyasar masyarakat yang belum mengenal perbankan dan membudayakan gemar menabung.

Salah satu bank yang berupaya untuk meningkatkan pelayanan adalah PT Bank Central Asia (BCA) Tbk. Bank terkemuka di Indonesia ini melakukan grand launching produk tabungan yang diberi nama LAKU di alun-alun Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat 30 Oktober 2015. Program tersebut merupakan upaya untuk memfasilitasi dan mendekatkan masyarakat dengan layanan perbankan, sehingga masyarakat mempunyai akses yang memadai terhadap layanan dan transaksi keuangan.

Peresmian LAKU dihadiri anggota Dewan Komisioner OJK Nelson Tampubolon, Kepala Departemen Pengawas Perbankan OJK Agus Siregar, Komisaris BCA Cyrillus Harinowo, Direktur BCA Suwignyo Budiman, Kepala Kantor Wilayah I BCA Iwan Senjaya, jajaran manajemen World Bank Indonesia, dan Bupati Kuningan Utje Ch. Hamid Suganda.

Grand Launching produk tabungan yang diberi nama LAKU di alun-alun Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jumat (30/10).
Grand Launching produk tabungan yang diberi nama LAKU di alun-alun Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jumat (30/10).

Suwignyo Budiman mengatakan, BCA mendukung penuh upaya OJK dalam menerapkan program Laku Pandai. Peluncuran program LAKU merupakan salah satu upaya BCA untuk memperluas pelayanan keuangan di Indonesia.

“LAKU diharapkan dapat memfasilitasi dan memotivasi masyarakat akan budaya menabung, serta sekaligus untuk mendekatkan dan memperkenalkan layanan lembaga keuangan atau perbankan,” tutur Direktur BCA ini.

BCA salah satu dari beberapa bank yang telah memperoleh persetujuan dari OJK untuk meluncurkan Laku Pandai. Sebelumnya BCA mengembangkan pilot project LAKU di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, April 2015.

LAKU merupakan rekening simpanan atau tabungan perorangan, dengan persyaratan yang mudah dipenuhi. Transaksi LAKU dilakukan di tempat agen yang berlokasi di area masyarakat, dan bukan bertransaksi di kantor cabang BCA. Kehadiran agen yang dekat dengan masyarakat bertujuan untuk lebih memudahkan masyarakat dalam memperoleh pelayanan keuangan atau perbankan.

Saat ini fitur LAKU antara lain pembukaan dan penutupan rekening, setoran dan tarikan tunai, inquiry rekening, dan cek saldo. Di masa mendatang tentunya fitur produk ini dapat dikembangkan mengacu pada kebutuhan dan tujuan dari pengembangan produk yang dimaksudkan. LAKU diharapkan dapat terus hadir dekat dengan masyarakat di seluruh pelosok Tanah Air.

Suwignyo mengungkapkan, masyarakat dapat dengan mudah melakukan pembukaan rekening maupun transaksi, karena cukup mendatangi lokasi agen LAKU di sekitar kediamannya, dan tidak perlu ke kantor cabang BCA.

BCA mengimplementasikan Laku Pandai dengan menggunakan media kartu. Kartu ini dinilai lebih mudah digunakan bagi masyarakat di pedesaan, selain mengantisipasi infrastruktur listrik dan telekomunikasi yang terbatas, juga sebagai pembeda dengan Layanan Keuangan Digital (LKD).

Kartu tersebut dapat digunakan untuk melakukan transaksi keuangan dasar (Basic Saving Account/BSA), seperti menabung, menarik uang, dan mengirim uang dengan mendatangi agen-agen yang ditunjuk BCA sebagai penghimpun dana mereka.

Layanan dengan karakteristik BSA antara lain tanpa batas minimum baik untuk saldo maupun transaksi setor tunai. Ada batas maksimum saldo dan transaksi pendebetan rekening yang ditetapkan oleh bank. Namun, kedua batas tersebut tidak boleh melebihi batas yang ditetapkan oleh Peraturan OJK (POJK), yaitu untuk saldo setiap saat maksimal Rp 20juta, dan untuk transaksi debet kumulatif selama sebulan maksimal Rp 5juta. Tanpa biaya administrasi bulanan dan tidak dikenakan biaya untuk pembukaan dan penutupan rekening, serta transaksi pengkreditan rekening.

Sistemnya sendiri terpisah dengan sistem operasional layanan reguler BCA. Saat ini Kartu LAKU belum dapat dipakai di ATM BCA, melainkan masih terbatas di agen LAKU.

Agen-agen LAKU dipilih melalui seleksi yang ketat. Mereka memiliki kemampuan, kredibilitas, reputasi, dan integritas serta dididik agar mampu mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menabung secara rutin. Agen adalah ujung tombak diprogram ini. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.