Kamis, 23 September 21

Budaya Jatim Belum Dikenal Luas

Budaya Jatim Belum Dikenal Luas
* Seluruh kab/kota di Jatim ikuti Festival Karya Tari Jawa Timur 2015, di Gedung Cak Durasim Taman Budaya Jatim, Jl. Gentengkali Surabaya, Rabu (27/5/2015). Festival ini sebagai upaya mengembangkan dan memanfaatkan, serta bagian dari program pengelolaan keragaman seni budaya khususnya Jatim. (Obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Jawa Timur memiliki kekayaan seni budaya dengan berbagai keragaman etnis dan adat istiadat, tetapi hal tersebut belum dikemas dan dipromosikan secara maksimal.

“Keanekaragaman seni budaya yang mempesona dan mengagumkan, merupakan aset daerah yang perlu dikembangkan dan dipromosikan. Agar ke depan dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah yang handal, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jawa Timur Akhmad Sukardi, Surabaya, Rabu (27/5/2015).

Lebih lanjut disampaikan, bahwa pada era globaisasi, jika dicermati bersama, sesungguhnya dapat membuka peluang seluas-luasnya bagi pengembangan produk budaya. Oleh karenanya perlu diberdayakan secara optimal, sehingga menjadi salah satu kekuatan budaya yang handal.

Menurutnya, Festival Karya Tari mempunyai nilai yang sangat strategis, karena merupakan wahana untuk menyuguhkan kembali sifat-sifat pluralistik masyarakat Jatim yang multikultural, dan pencitraan kembali kekuatan kebudayaan sebagai asset bangsa yang harus ditangani secara serius.

Selain itu, menurut Sukardi, Festival Karya Tari dapat pula sebagai upaya untuk memanfaatkan kekuatan dan kekayaan seni budaya bagi peningkatan kesejahteraan pelaku dan masyarakatnya, serta mencipatakan peluang untuk dapat bersaing baik diforum nasional maupun internasional.

“Kehidupan berkesenian yang sehat mensyaratkan adanya pelaku dan pemirsa yang berkualitas. Disatu pihak, diperlukan seniman pencipta dan penyaji yang berdedikasi. Sedangkan dipihak lain, harus ada penikmat yang peka terhadap keindahan, kritis, dan peduli terhadap lingkungan, sesame dan terhadap nilai kemanusiaan,” jelasnya.

Artinya, tanpa adanya kreativitas dan ketrampilan akan membawa dampak negatif bagi perkembangan seni budaya. “Sedangkan, para seniman dapat dijadikan sebagai pemicu kreatif untuk dapat membawa kesenian kearah yang lebih maju,” pungkasnya. (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.