Rabu, 28 Oktober 20

Buat Lomba Kritik DPR, Bamsoet: Kritik Bagi Saya Pupuk

Buat Lomba Kritik DPR, Bamsoet: Kritik Bagi Saya Pupuk
* Ketua DPR Bambang Soesatyo (keempat dari kiri) menjadi pembicara dalam diskusi Tolak Ukur Kebebasan Kritik DPR di Gedung Nusantara III DPR.

Jakarta, Obsessionnews.com – Ketua DPR Bambang Soesatyo mengadakan lomba kritik DPR dalam bentuk meme, poster, esai, dan juga video. Lomba kritik ini terbuka untuk masyarakat umum sekaligus dalam rangka memperingati hari jadi DPR. Batas waktu pengiriman dimulai pada 19 April sampai 15 Agustus 2018.

Bambang mengatakan, dirinya mengadakan lomba kritik sebagai bentuk keterbukaan DPR untuk menerima masukan dari masyarakat atas kinerjanya selama ini. Bagi Bambang, kritik bukanlah sesuatu yang buruk bagi penguasa. Namun sebaliknya, kritik ibarat pupuk yang bisa menyuburkan kinerja legislator.

“Kenapa saya kemudian mendorong lomba kritik terbaik di DPR ini, karena bagi kami  atau bagi saya kritik itu pupuk. Saya ingin DPR ini tumbuh besar seperti Golkar, beringin karena diberikan pupuk, kalau pupuk ngak ada, maka akan  menjadi bonsai, inilah barangkali semangat dari kita membikin Kritik,” ujar Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo, di DPR, Kamis (19/4/2018).

Meski DPR terbuka dengan kritik dari masyarakat. Namun, ia meminta kritik tidak menyerang personal, melainkan kebijakannya. Juga sekaligus kritik yang membangun. Menurutnya, sering kali masyarakat juga menganggap semua kebijakan yang dikeluarkan DPR adalah salah, misalnya seperti rencana pembangunan Gedung DPR.

“Kemudian kenapa kritik itu perlu tetapi juga harus membangun, kemarin ketika ribut soal gedung DPR dan DPR menghitung anggaran 2019 padahal BURT itu sudah  menyampaikan secara jelas, berapa, untuk apa, jelas tetapi kemudian ada komentar DPR nggak transparan,”jelasnya

“Padahal sudah jelas, berapa nilainya dan untuk apa aja dibacakan di Paripurna, barangkali mungkin nggak jelasnya, satuan tiganya mana, kan bisa ikut tender barang kali seperti itulah,” imbuhnya.

Setiap warga negara Indonesia berhak mengikuti lomba ini. Terdapat dua (2) kategori. Pertama, kategori esai. Maksimal 500 kata. Kedua, kategori meme (bisa gambar, karikatur, dan video; untuk video maksimal berdurasi 2 menit). Tidak ada topik khusus dalam Lomba Kritik DPR pertama ini alias bebas.

Dewan Juri terdiri dari 5 orang: Profesor Siti Zuhro (pakar politik), Profesor Bambang Wibawarta (pakar budaya), Profesor Martani Huseini (pakar manajemen), Cak Lontong (seniman), dan Effendi Gazali PhD (pakar komunikasi politik, sekaligus ditunjuk oleh anggota juri sebagai Ketua Dewan Juri). Ketua Pelaksana dipegang oleh Iwel Sastra.

Walau terbuka lebar untuk kreativitas, namun Dewan Juri akan mencari karya kritik yang mengarah ke tiga (3) hal: kinerja, pernyataan, dan sikap politik, dari anggota DPR maupun pimpinan DPR, atau DPR secara keseluruhan.

Yang harus diingat oleh peserta, tentu saja menempatkan pengakuan dan penghormatan terhadap Bhinneka Tunggal Ika. Jadi kritik yang bertentangan dengan prinsip dasar tersebut akan ditolak oleh Dewan Juri. Demikian pula Juri akan langsung menolak kandungan hoaks dan ujaran kebencian.

Kritik dapat dikirimkan ke berbagai alamat sebagai berikut:

Email:

lombakritikterbaikDPR@gmail.com
lombakritikterbaikDPR@yahoo.com
Instagram: @lombakritikterbaikDPR
Facebook: lombakritikterbaikDPR
Twitter: @lombakritikDPR

Pengumuman pemenang akan dilakukan tanggal 29 Agustus 2018 bertepatan dengan HUT DPR. Seluruh pemenang akan mendapatkan Sertifikat Penghargaan dari DPR RI.

Di samping itu, pemenang pertama masing-masing kategori (esai serta meme) mendapatkanhadiah 10 juta rupiah. Pemenang kedua mendapatkan hadiah 7 juta rupiah. Pemenang ketiga mendapatkan hadiah 5 juta rupiah. Untuk yang terbaik dari kedua kategori ini, akan mendapatkan sepeda motor seperti yang digunakan dalam film Dilan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.